BALIEXPRESS.ID– Aksi penangkapan pengedar narkoba di Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura, berakhir ricuh. Seorang anggota Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, Bripda A, mengalami luka bacok di kepala dan punggung setelah diserang bandar sabu, Kamis (14/8).
Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Robert Dacosta, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebutkan Bripda A yang tergabung dalam Subdit III Ditresnarkoba tengah menjalankan misi penyamaran (undercover buying) saat peristiwa terjadi.
“Benar, anggota kami diserang dengan senjata tajam saat melakukan penyamaran. Target yang sudah lama diincar justru melawan dan membacok korban. Pelaku ini residivis kasus narkoba,” ungkap Robert, Minggu (17/8).
Menurut Robert, perlawanan terjadi karena situasi di lokasi cukup ramai. Saat Bripda A berusaha mengamankan pelaku, oknum pengedar tersebut justru nekat menyerang dengan senjata tajam di tengah kerumunan.
“Pelaku beraninya karena massa banyak. Anggota bahkan diteriaki oleh warga sekitar,” jelasnya.
Bripda A kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Meski sempat mengalami luka cukup serius, kondisinya kini mulai membaik.
“Kondisi korban sudah membaik, kemungkinan hari ini sudah bisa rawat jalan,” tambah Robert.
Pasca insiden tersebut, Polda Jatim membentuk tim khusus gabungan dari Subdit III Jatanras Ditreskrimum dan Polres Bangkalan untuk mengejar pelaku.
“Tim gabungan sudah bergerak untuk memburu pelaku. Kami pastikan kasus ini akan diusut tuntas,” tegas Robert.
Kasus ini kembali menegaskan betapa berbahayanya peredaran narkoba di Madura. Polisi meminta dukungan masyarakat untuk ikut serta memberikan informasi terkait jaringan pengedar agar tidak ada lagi korban dari aparat maupun warga sipil. (*)
Editor : Nyoman Suarna