Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perkuat SDM Generasi Muda Hindu, IAHN Mpu Kuturan Sasar Banyuwangi saat Pengabdian Masyarakat

I Putu Mardika • Senin, 22 Desember 2025 | 02:58 WIB

Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Suwindia saat memberikan cinderamata bagi Ketua PHDI Kecamatan Bangorejo didampingi Penyelenggara Agama Hindu Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo
Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Suwindia saat memberikan cinderamata bagi Ketua PHDI Kecamatan Bangorejo didampingi Penyelenggara Agama Hindu Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo
BALIEXPRESS.ID-Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menjadi sasaran pengabdian kepada masyarakat (PkM) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, pada Selasa 16 s/d Kamis 18 Desember 2025 lalu. Kegiatan pengabdian ini menyasar dua lokasi, yakni Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore dan Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tokoh Hindu di kawasan Banyuwangi, seperti Penyelenggara Agama Hindu Kabupaten Banyuwangi, Ketua PHDI Kabupaten Banyuwangi, Ketua PHDI Kecamatan Glenmore, PHDI Kecamatam Bangorejo dan organisasi Peradah.

Ketua Panitia PkM, Dr. Ida Bagus Putu Eka Suadnyana, M.Fil.H menjelaskan, disasarnya Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sebagai lokasi pengabdian bukan tanpa alasan. Mengingat kawasan tersebut merupakan basis Hindu di Jawa Timur.

Selain itu, setiap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Kabupaten Banyuwangi selalu menjadi feeder bagi mahasiswa Hindu untuk melanjutkan kuliah di Institut Mpu Kuturan. Bahkan, dari tahun ke tahun, selalu saja ada puluhan mahasiswa berasal dari Banyuwangi untuk menempuh pendidikan di Institut Mpu Kuturan.

“Peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Kami mengundang 50 orang umat Hindu di setiap lokasi pengabdian. Mereka tidak hanya dari kalangan generasi muda, tetapi juga para tokoh dan orang tua kami libatkan,” ungkapnya.

Sesi foto bersama usai pemberian materi oleh sejumlah narasumber di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi
Sesi foto bersama usai pemberian materi oleh sejumlah narasumber di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi

Selama kegiatan pengabdian, Institut Mpu Kuturan juga menugaskan dosen untuk menjadi narasumber dengan berbagai topik yang relevan. Seperti konsep kurikulum cinta dan peningkatan SDM Hindu perspektif perguruan tinggi.

“Kami lebih menyasar tentang pembinaan Umat Hindu, baik dari sisi sradha bhakti dan edukasi tentang rencana pendidikan tinggi setelah tamat di jenjang SMA/SMK,” sebut Ida Bagus Eka Suadnyana.

Sementara itu, Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A mengaku senang bisa bertemu langsung dengan para tokoh Hindu, dan umat Hindu di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore dan Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo.

Prof Suwindia mengaku jika perguruan Tinggi Hindu punya tanggungjawab moral dan sosial untuk terjun langsung memberikan ruang bagi generasi muda Hindu untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

Menurutnya, generasi muda Hindu wajib diperhatikan dari sisi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga memiliki daya saing baik dari sisi skil dan ketrampilan, maupun pemahamannya tentang Agama Hindu.

“Dan kami, di Institut Mpu Kuturan hadir untuk menguatkan sisi jnana atau pengetahuan. Tentu ini kesempatan bagi Generasi Muda Hindu di Banyuwangi untuk selalu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan,” paparnya.

Kegiatan Pengabdian masyarakat di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi
Kegiatan Pengabdian masyarakat di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi

Prof Suwindia menambahkan, banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan bagi umat Hindu yang ingin mengenyam pendidikan di Institut Mpu Kuturan. Baik dari sisi sarana prasarana maupun beasiswa bagi keluarga kurang mampu.

“Kami ada 13 prodi S1, tiga Prodi S2 dan satu Prodi Doktor jenjang S3. Artinya ada banyak pilihan. Ini tidak hanya untuk fresh graduate yang mau menempuh pendidikan jenjang Sarjana atau S1, tetapi juga bisa untuk pascasarjana,” imbuh Prof. Suwindia.

Di sisi lain, Penyelenggara Agama Hindu, Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo mengapresiasi atas kegiatan PkM Institut Mpu Kuturan di Banyuwangi. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi di wilayah basis Hindu selalu dinanti umat untuk mendapatkan pencerahan, edukasi dan peluang peluang seputar dunia pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

“Tentu kami sangat berharap, kegiatan seperti ini bisa berkesinambungan. Kami sangat membutuhkan peran akademisi untuk bahu membahu memberikan edukasi kepada umat Hindu,” singkatnya.

Selain kegiatan bertemu umat, tim pengabdian juga menyempatkan diri melaksanakan tirtayatra ke berbagai pura di Banyuwangi. Seperti Pura Agung Blambangan, situs Gumuk Kancil di kaki Gunung Raung, Pura Tawang Alun di Pesanggaran dan Pura Alas Purwo. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#generasi muda #banyuwangi #Institut Mpu Kuturan #jnana #jawa timur #hindu #pengabdian kepada masyarakat