Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bumi Sumbar "Bolong" Lagi! Lubang Raksasa Sinkhole Isolasi Ribuan Warga, Pemda Mana Pergerakannya?

I Putu Suyatra • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:42 WIB
Sinkhole yang muncul di Jorong Tepi, Lima Puluh Kota, Sumbar kini tampak berwarna kebiruan. Warga terus berdatangan meski polisi sudah memasang police line. (Istimewa)
Sinkhole yang muncul di Jorong Tepi, Lima Puluh Kota, Sumbar kini tampak berwarna kebiruan. Warga terus berdatangan meski polisi sudah memasang police line. (Istimewa) 

BALIEXPRESS.ID – Fenomena mengerikan kembali menghantui Sumatera Barat. Bukan sekadar banjir dan longsor biasa, kali ini sebuah lubang raksasa menyerupai sinkhole muncul dan "menelan" badan jalan di Situjuah Ladang Laweh, Kabupaten Limapuluh Kota. Akibatnya? Mencekam. Sebanyak 2.053 jiwa dari 600 Kepala Keluarga (KK) sempat terisolasi total dari peradaban!

Bencana yang terjadi pada Selasa (12/5) ini menyisakan tanya besar: sejauh mana kesiapan pemerintah daerah menghadapi anomali iklim yang kian ekstrem?

Akses Terputus, Warga "Berjuang Sendirian"

Kondisi di lapangan menunjukkan betapa gentingnya situasi di kawasan Lokuak Pangorangan. Ruas jalan vital yang menghubungkan Ladang Laweh dengan Batas Batusangkar amblas membentuk lubang menganga yang mustahil dilewati kendaraan.

Ironisnya, di tengah kepungan material longsor dan ancaman lubang maut tersebut, bantuan alat berat dari pemerintah daerah justru disebut-sebut terlambat datang.

"Jalan sudah bisa dilalui setelah ratusan masyarakat kami secara manual membersihkan material longsor. Alat berat Pemda yang ditunggu, baru datang sore hari, selepas warga kami goro (gotong royong)," ungkap Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh dengan nada getir.

Sentilan Pedas dari DPRD: Jangan Ragu Tetapkan Tanggap Darurat!

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang turun langsung ke lokasi pada Rabu (13/5), tak mampu menyembunyikan kegeramannya. Ia mendesak Pemda untuk tidak plin-plan dalam mengambil kebijakan.

"Khusus badan jalan yang berlubang mirip sinkhole, harus segera ditimbun! Akses jalan sementara saat ini belum aman karena pernah longsor di titik yang sama," tegas Fajar Vesky.

Ia juga mengingatkan agar otoritas setempat tidak menjadikan "anggaran tipis" sebagai alasan untuk menunda status tanggap darurat. Menurutnya, keselamatan nyawa 2.000 warga tidak bisa ditawar dengan birokrasi yang berbelit-belit.

"Kalau tak bisa dengan BTT (Belanja Tak Terduga), perbaiki dengan program OPD. Kapan perlu gunakan TKD yang sedang direview. Ini sudah ada SK Bencana dari Nagari!" tambahnya.

Bukan Sekadar Bencana, Tapi Anomali Ekosistem

Fenomena munculnya lubang raksasa di Sumatera Barat bukan kali ini saja terjadi. Fajar Vesky menilai ini adalah sinyal kuat adanya anomali iklim dan kerusakan ekosistem yang serius.

Penanganan jangka pendek seperti pembersihan manual oleh warga jelas tidak cukup. Perlu ada kajian teknis mendalam dan pemasangan turap serta dam yang kokoh agar jalan kabupaten tersebut tidak terus-menerus "dimakan" alam.

Hingga saat ini, warga terpaksa menggunakan jalur lama yang sebenarnya juga rawan longsor demi bisa keluar masuk nagari. Pertanyaannya: sampai kapan warga harus bertaruh nyawa di jalur yang tidak aman sementara lubang raksasa di jalan utama masih menganga?

Editor : I Putu Suyatra
#sinkhole #LIMAPUPUH KOTA #sumbar