BALIEXPRESS.ID – Misteri hilangnya MIA, pelajar SMKN 1 Sukorejo asal Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, akhirnya terungkap. Pelajar tersebut ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang sejak Kamis (1/10) sepulang sekolah.
Jenazah MIA ditemukan di sebuah lahan tegalan yang jauh dari permukiman warga di Dusun Tonggowa, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Jasad korban ditemukan pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 01.00 dini hari.
Kanitreskrim Polsek Prigen Aiptu Heru Sumartono membenarkan penemuan tersebut.
"Jenazah korban ditemukan Sabtu (3/10), sekitar pukul 01.00 dini hari. Di lahan tegalan, jauh dari rumah warga di Tonggowa, Jatiarjo, Prigen," terang Heru.
Terungkapnya kasus tersebut berawal dari diamankannya Wahyudi, yang masih memiliki hubungan kerabat dengan korban. Kepada polisi, Wahyudi mengakui telah menghabisi korban.
Berdasarkan keterangan sementara tersangka, sebelum kejadian korban dihubungi Wahyudi. Korban kemudian diminta menjemput tersangka di rumahnya yang berada di Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo.
Setelah itu, korban diajak pergi bersama. Keduanya kemudian tiba di lokasi kejadian di kawasan Tonggowa, Desa Jatiarjo.
Di lokasi tersebut, tersangka diduga memukul bagian belakang kepala korban sebanyak 11 kali menggunakan kayu hingga korban meninggal dunia.
Setelah itu, jenazah korban ditutupi menggunakan daun kering. Saat ditemukan, bagian kepala korban juga dalam kondisi terbakar. Polisi menduga tindakan tersebut dilakukan untuk menghilangkan jejak.
"Aksi tersebut dilakukan Kamis petang. Korban mengalami luka di bagian kepala belakang. Tersangka akhirnya mengaku setelah diserahkan ke Polsek Prigen oleh pihak keluarga. Tersangka menceritakan kejadiannya bukan di Kejayan, tetapi di Tonggowa, Jatiarjo, Prigen," ungkap Heru.
Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara
Setelah ditemukan, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk pemeriksaan. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih pemeriksaan visum luar.
"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, hanya visum luar saja," tutur Heru.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka pada Sabtu pagi. Korban selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
Motif Tersangka
Dari pemeriksaan sementara, polisi menduga aksi tersebut dilakukan tersangka karena terlilit utang judi online. Tersangka diduga mengincar sepeda motor dan telepon genggam milik korban.
"Kalap, menghabisi korban dengan maksud tujuan menguasai atau memiliki motor Honda Beat dan HP milik korban," ungkap Heru.
Sebelumnya, Mapolsek Prigen didatangi warga Desa Dayurejo setelah seorang pelajar dilaporkan hilang. Keluarga korban kemudian mencurigai Wahyudi karena terdapat sejumlah petunjuk yang mengarah kepadanya.
Salah satunya terkait sepeda motor milik korban. Kendaraan tersebut diketahui telah digadaikan di wilayah Sukorejo dan berdasarkan penelusuran keluarga, motor itu digadaikan oleh Wahyudi.
Kecurigaan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak keluarga dan warga. Wahyudi akhirnya diserahkan ke Polsek Prigen untuk menjalani pemeriksaan.
Dari pemeriksaan itulah, polisi mendapatkan keterangan mengenai keberadaan korban hingga lokasi penemuan jenazahnya.
Editor : I Putu SuyatraSumber : Radar Bromo