
BALIEXPRESS.ID – Ledakan keras terjadi di rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi, kawasan San Antonio, Jalan Kalisari Utara I Nomor 62, Surabaya, Selasa (6/10) pagi. Ledakan tersebut diduga kuat dipicu kebocoran gas elpiji.
Dahsyatnya ledakan membuat sedikitnya 41 ruko di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Lima orang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan dampak ledakan cukup luas. Ruko-ruko yang berada di samping maupun di seberang rumah makan ikut terdampak.
Sejumlah kaca jendela pecah, kanopi roboh, hingga kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Kondisi tersebut terjadi karena rumah makan berada di deretan ruko yang saling berdekatan.
Ledakan Terjadi Saat Koki Memasak
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika seorang koki sedang memasak di dalam rumah makan.
Sebelum ledakan, saksi sempat mencium bau gas yang cukup menyengat. Tidak lama kemudian, terjadi ledakan yang menimbulkan kerusakan di sekitar lokasi.
“Tak lama kemudian, dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” kata Luthfie saat ditemui di lokasi.
Pascaledakan, Tim Gegana Polda Jawa Timur langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas memeriksa ruangan demi ruangan di dalam rumah makan untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya ledakan susulan.
Dari pemeriksaan awal, tim Gegana tidak menemukan adanya kandungan bahan peledak di lokasi.
Lima Orang Luka-luka, 41 Ruko Rusak
Akibat ledakan tersebut, lima orang mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan.
Seluruh korban kemudian dibawa dan dirujuk ke Rumah Sakit Haji Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, data sementara kepolisian mencatat sebanyak 41 ruko mengalami kerusakan. Kerusakan terutama berupa kaca pecah akibat kuatnya getaran yang ditimbulkan ledakan.
“Dan ini dari Jibom yang tadi mengolah TKP menyatakan memang tidak ada lagi, tidak ada lagi (potensi ledakan),” tegas Luthfie.
Gegana Temukan Tiga Tabung Gas 50 Kilogram
Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi mengatakan, petugas menemukan tiga tabung gas elpiji berkapasitas masing-masing 50 kilogram saat melakukan pemeriksaan di lokasi.
Menurut Sandi, dugaan sementara ledakan terjadi karena gas bocor kemudian terkumpul dalam satu ruangan. Gas yang telah terkumpul tersebut kemudian terpicu hingga menimbulkan ledakan.
“Jadi, karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, setelah terpicu itu akan meledak, berakibat dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres,” kata Sandi.
Namun, Sandi menegaskan bahwa tabung gas elpiji tidak meledak. Dugaan sementara, kebocoran justru terjadi pada bagian pipa saluran gas.
“Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya,” ujarnya.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti ledakan rumah makan tersebut. Pemeriksaan di lokasi juga dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan memastikan kondisi sekitar benar-benar aman dari potensi ledakan lanjutan.
Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Jawa Pos