
BALIEXPRESS.ID – Misteri bayi laki-laki berbobot sekitar 3 kilogram yang ditemukan terbungkus handuk di pekarangan rumah warga akhirnya terungkap. Polisi menangkap pasangan suami istri (pasutri) muda yang diduga meninggalkan bayi tersebut di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
Kedua pelaku berinisial JP, 28, dan istrinya, MIA, 21. Keduanya diamankan Unit Reskrim Polsek Kalibaru bersama Tim Resmob Polresta Banyuwangi di kediamannya di Dusun Lekap, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (7/10).
Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan dan menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi penemuan bayi.
Dari rekaman CCTV, petugas melihat pergerakan seorang pengendara sepeda motor matik yang meninggalkan sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dengan kecepatan tinggi. Jejak kendaraan tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk polisi hingga mengarah kepada JP dan MIA.
Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi mengatakan, hasil pemeriksaan awal mengungkap dugaan bahwa tindakan tersebut dipicu persoalan ekonomi dan ketidaksiapan pasangan tersebut menghadapi kelahiran anak.
Keduanya disebut belum memiliki pekerjaan tetap. Kondisi itu membuat kehamilan MIA disembunyikan dari keluarga besar hingga akhirnya bayi tersebut lahir.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif aksi nekat pasangan muda ini murni dipicu oleh ketidaksiapan mental dan impitan ekonomi yang menjepit. Keduanya sama-sama belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga kehamilan MIA selama ini disembunyikan rapat-rapat dari pihak keluarga besar," ujar Junaedi, Rabu (7/10).
Dalam pemeriksaan, JP juga mengungkap satu momen sebelum bayi tersebut ditinggalkan. Ia mengaku sempat mengumandangkan azan di telinga kanan bayi.
Setelah itu, bayi laki-laki dengan berat sekitar 3 kilogram tersebut diletakkan di tanah. JP dan MIA kemudian meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Polisi kini menahan kedua pelaku di Mapolresta Banyuwangi untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya dijerat dalam perkara dugaan penelantaran anak di bawah umur.
Sementara itu, kondisi bayi yang menjadi korban justru menunjukkan perkembangan positif. Bayi laki-laki tersebut masih menjalani perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Genteng.
"Untuk kondisi sang bayi laki-laki saat ini dilaporkan semakin membaik dan masih dirawat intensif di ruang NICU RSUD Genteng," pungkas Junaedi.
Polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan bayi tersebut ditemukan sendirian di pekarangan rumah warga.
Editor : I Putu SuyatraSumber : Radar Banyuwangi