BALIEXPRESS.ID-Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB), Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, menorehkan prestasi dalam ajang Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Indonesia (Imbasadi) 2026 yang berlangsung pada 12–15 Oktober 2026. Delegasi PSABB berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Pagelaran Budaya dan Lomba TikTok Nusantara.
Kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, tersebut melibatkan delapan perguruan tinggi di Indonesia. Prestasi mahasiswa PSABB menunjukkan bahwa bahasa, sastra, dan budaya daerah dapat terus diperkenalkan melalui pertunjukan seni maupun pemanfaatan media digital yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Pada Lomba Pagelaran Budaya yang berlangsung pada 12 Oktober 2026, delegasi Institut Mpu Kuturan mengangkat tema “Sucita Subudi”. Tema ini terinspirasi dari Geguritan Sucita Subudi karya Ida Ketut Jelantik dari Gria Tegeha, Banjar Buleleng. Karya sastra tersebut mengisahkan perjalanan tokoh Sucita dan Subudi dalam mencapai kebijaksanaan serta kesadaran rohani di tengah belenggu keduniawian.
Nilai-nilai filosofis dalam geguritan tersebut kemudian diinterpretasikan melalui pertunjukan budaya yang melibatkan kreativitas, penghayatan sastra, dan kemampuan seni mahasiswa. Pagelaran ini menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali karya sastra tradisional Bali agar tetap dikenal dan relevan bagi generasi muda.
Baca Juga: Buruh Proyek Jual Pertalite Rp100 Ribu per Liter Ditangkap COD di Bangli, Alasan untuk Bayar Utang
Lima mahasiswa PSABB yang tampil dalam pagelaran tersebut adalah Komang Tri Armayani, Komang Gayatri Primasanti, Ketut Aprilia Ulandari, Ketut Santiana, dan Komang Yogi Wardana. Penampilan mereka berhasil mengantarkan delegasi Institut Mpu Kuturan meraih juara pertama.
Prestasi berikutnya diraih Kadek Anggardana yang berhasil menjadi juara pertama Lomba TikTok Nusantara. Kompetisi yang dilaksanakan secara daring tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya kebanggaan generasi muda terhadap bahasa Bali sebagai bahasa ibu di tengah arus globalisasi.
Melalui konten digital, Kadek Anggardana menyampaikan bahwa bahasa daerah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan bagian dari identitas budaya yang perlu digunakan dan diwariskan. Pemanfaatan TikTok juga memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa Bali dapat dilakukan melalui media yang populer di kalangan generasi muda.
Baca Juga: 22 Perupa Bebaskan Imajinasi di Ubud, “Beauty In Freedom”
Ketua Program Studi PSABB IAHN Mpu Kuturan, Dr. Komang Puteri Yadnya Diari, S.S., M.Pd., mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih dua juara pertama menjadi kebanggaan bagi program studi sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi akademik dan kreativitas mahasiswa.
“Raihan dua juara pertama ini menjadi kebanggaan bagi PSABB Institut Mpu Kuturan. Mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam berkarya dan berkompetisi, tetapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian sastra, budaya, dan bahasa Bali agar tetap hidup serta relevan di tengah perkembangan zaman,” jelasnya.
Ia berharap prestasi tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya kreatif yang berakar pada kearifan lokal. Dengan demikian, bahasa dan budaya daerah tidak hanya diwariskan melalui tradisi, tetapi juga dapat diperkenalkan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan karakter generasi muda.
Selain berkompetisi dalam bidang seni dan media digital, delegasi PSABB juga memperkuat jejaring akademik melalui kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) pada 13 Oktober 2026 di Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya UNY.
Baca Juga: Hyundai STARGAZER Cartenz Tawarkan Kabin Nyaman untuk Keluarga Bali
Penandatanganan kerja sama ini dirangkaikan dengan kuliah tamu bertajuk “Bahasa Bantu Sanskerta-Jawa Kuna”. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga dosen PSABB IAHN Mpu Kuturan sebagai narasumber yang membahas keterkaitan bahasa, sastra, dan kebudayaan dalam lintasan sejarah Jawa dan Bali.
Dr. Komang Puteri Yadnya Diari, S.S., M.Pd., membawakan materi “Bahasa Melintasi Zaman: Jejak Sanskerta dan Transformasi Tradisi Jawa-Bali”. Materi ini mengangkat jejak bahasa Sanskerta serta transformasinya dalam tradisi Jawa dan Bali.
Selanjutnya, Made Reland Udayana Tangkas, S.S., M.Hum., menyampaikan materi “Sanskerta-Jawa Kuna-Jawa-Bali: Jejak Diakronis Lintas Bahasa dan Budaya”. Pembahasan tersebut menyoroti hubungan ant bahasa dan kebudayaan melalui perspektif diakronis atau perkembangan dari waktu ke waktu.
Sementara itu, I Nengah Juliawan, M.Pd., membawakan materi “Transformasi Bahasa Bali Aga dan Penetrasi Leksikal Jawa Kuno dalam Wacana Samodana serta Ekologi Adat Tenganan Pegringsingan”. Materi ini mengangkat dinamika bahasa Bali Aga, pengaruh leksikal Jawa Kuno, serta kaitannya dengan wacana dan ekologi adat.
Kuliah tamu tersebut dihadiri Kepala Departemen Pendidikan Bahasa Daerah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa), Prof. Dr. Drs. Afendy Widayat, M.Phil., serta ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa UNY. Kehadiran para dosen dan mahasiswa menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai hubungan historis, linguistik, dan kultural antara tradisi Jawa dan Bali. (dik)