BALIEXPRESS.ID- Piringan rem cakram (disc brake) merupakan salah satu komponen vital pada sistem pengereman sepeda motor matic.
Performa pengereman yang optimal sangat bergantung pada kondisi fisik dan ketebalan piringan cakram.
Untuk mendukung keselamatan para pengendara jalan raya, Astra Motor Bali memberikan panduan teknis mengenai cara merawat, memilih suku cadang standar, hingga mengenali tanda-tanda piringan cakram yang wajib diganti.
Baca Juga: DPRD Bangli Minta Pemerintah Adil, Pembangunan Fasilitas Tak Hanya Numplek di Perkotaan
Perawatan yang tepat tidak hanya memperpanjang umur piringan cakram, tetapi juga memastikan daya cengkeraman rem tetap presisi.
Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan meliputi, penggantian kampas rem secara berkala.
Menjaga Kebersihan Area Cakram: Bersihkan kotoran, debu, dan lumpur menggunakan air bersih atau brake cleaner.
Baca Juga: Unit Tipikor Polres Bangli Cium Dugaan Penyelewengan Dana LPD Belanga
Kotoran berpasir yang terperangkap dapat bertindak seperti amplas yang merusak permukaan piringan.
Penggunaan suku cadang standar merupakan pilihan paling aman dan minim perawatan untuk kebutuhan harian, untuk itu gunakan Honda Genuine Parts (HGP): Pilih suku cadang resmi AHM dengan kode part yang sesuai tipe motor (seperti Honda BeAT, Vario, Scoopy, atau PCX) guna menjamin presisi serta daya tahan.
Baca Juga: Pemkab Tabanan Kejar Relokasi Kabel, Provider Diberi Tenggat hingga 6 Oktober
Secara umum, piringan cakram memiliki masa pakai ideal antara 24.000 km hingga 48.000 km (sekitar 3-5 tahun penggunaan normal), tergantung pada gaya pengereman dan kondisi jalan. Pengendara disarankan segera melakukan penggantian apabila mencapai batas ketebalan minimum.
Permukaan Cekung/Bercoak Dalam: Terjadi keausan berlebih pada area kontak kampas dibanding tepi luar.
Bengkok atau Bergelombang: Terasa getaran berlebih pada tuas rem atau setang motor saat mengerem pada kecepatan tertentu.
Hendra Sagita, Technical Training Instructor Astra Motor Bali. menjelaskan sistem pengereman adalah garis pertahanan utama keselamatan berkendara di jalan raya.
Mengabaikan kondisi piringan cakram yang sudah aus atau rusak sangat berisiko menyebabkan rem blong dan mengancam keselamatan.
"Kami mengimbau para pengguna sepeda motor Honda untuk selalu melakukan perawatan berkala dan pemeriksaan komponen rem secara rutin di bengkel resmi AHASS Bali demi memastikan kondisi kendaraan selalu prima dan mendukung semangat #Cari_Aman di jalan raya," jelasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan