Dari pantauan di lapangan, wajah dara cantik itu mulai tercetak pada baju kaos dan terpampang pada sejumlah poster yang berisi tanda pagar #DiahMaharaniuntukGianyar. Hal itu membuat publik yakin jika putri sulung dari Bupati Gianyar itu akan ikut tarung pada Pemilu 2024 mendatang.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PDIP Kabupaten Gianyar I Made Mahayastra yang juga ayah dari Putu Diah Pradnya Maharani tidak menamfik hal itu dan mengatakan jika putrinya yang akrab disapa Gek Diah itu akan bertarung di tingkat Provinsi (DPRD Provinsi Bali,Red). “Karena sampai detik terakhir pencalonan tidak ada satupun yang melamar di provinsi untuk kader perempuannya. Yang lain kita cari ndak ada. Kemudian teman-teman minta ke saya, akhirnya Gek Diah dipinang sama teman-teman untuk maju,” ujarnya.
Bahkan, pencalonan Gek Diah kata dia sudah disetujui seluruh fraksi. Padahal, anak pertama dari tiga bersaudara itu saat ini masih kuliah di Singapura mengambil jurusan Hubungan Internasional. “Ya demi partai lah. Dan saya tanya juga ke Gek-nya, dan dia berkenan,” lanjutnya.
Saat ditanya mengenai baliho dan poster Gek Diah yang sudah mulai bertebaran? Mahayastra hanya bisa berharap langkah tersebut tidak ada hambatan. “Sudah fix, astungkara tidak ada hambatan. Kuota dua kader perempuan, yang satunya Bu Yuni (Luh Yuniati) incumbent,” tandasnya.
Putu Diah Pradnya Maharani nampaknya akan menjadi saingan cukup berat bagi lawannya di DPRD Provinsi Bali pada Pemilu 2024 mendatang. Sebab tidak hanya merupakan anak dari salah satu pentolan PDIP, ia juga memiliki sederet prestasi. Diantaranya masuk semifinal Olimpiade Kimia Tingkat SMP se-Bali tahun 2017, menyabet medali perunggu pada Olimpiade Kimia Tingkat SMP se-Bali tahun 2018, dinobatkan sebagai Putri Remaja Bali 2019, serta dinobatkan sebagai Puteri Remaja Indonesia Intelegensia 2019.
Dara cantik berusia 20 tahun kelahiran 30 Oktober 2002 itu merupakan anak pertama dari I Made Mahayastra dengan Ida Ayu Surya Adnyani. Ia memiliki dua orang adik yakni Bagus Dwi Mahayana Putra dan Bagus Trisna Mahananda Putra. (ras) Editor : I Dewa Gede Rastana