Rai Mantra menyampaikan, memilih melakukan pendaftaran pada Jumat kemarin lantaran masih mengecek ulang pasti persyaratan seluruhnya. “Sebab ada beberapa hal yang harus kami penuhi, harus kami pastikan, bahwa itu bisa memenuhi syarat. Sebagai pertimbangan juga sesuai kepercayaan, hari Jumat baik, maka kami pilih hari ini,” paparnya.
Dia juga menjelaskan semua berkas yang diperlukan dalam persyaratan sudah lengkap semua. “Astungkara itu setelah dari hasil verifikasi faktual kemarin, artinya pengalaman yang pernah kami jalankan dulu, meskipun bukan DPD, pengalaman administrasi kami lihat tidak ada yang kurang,” sambungnya.
Rai Mantra menegaskan, maju ke DPD RI akan memperjuangkan ekonomi budaya. Sebab perjuangan di DPD RI, ia memperkirakan suatu hal yang sinergis tatanan gagasan perjuangan dimensi indikator.
“Seperti yang pernah kami sampaikan awal mendaftar, ada satu hal yang pola pikir satu konsep penting sumber daya yang diakui berupa material sekarang pada undang-undang yang ada. Sehingga daerah penghasil daya material itu mendapat perlakuan khusus ekonomi, " paparnya.
Sementara di Bali, lanjutnya, punya sumber daya yang tak benda, tapi menghasilkan juga kesejahteraan. “Kami miliki sumber daya di Bali, berkembang maju lokomotifnya adalah budaya kita. Tatanan indikatornya adalah pariwisata, UMKM, yang ada hubungan indeks pembangunan kebudayaan yang dimiliki,” tegasnya.
Jadi, mantan Walikota Denpasar ini menegaskan maju tarung di DPD RI akan berjuang untuk ekonomi budaya Bali. Salah satunya ia terangkan adalah adanya LPD di masing-masing desa untuk dapat dipertahankan.
“Ini konsepnya lebih membuat kita lebih meyakini dan juga lebih memayungi, apa menjadi sub- sub indikator lain. Kami bicara realita, bicara yang sudah ada, yang sudah berjalan dan sudah terbukti fakta sosial namun belum terakomodir dengan baik,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya