KARANGASEM, BALI EXPRESS– Keputusan politik I Wayan Kari Subali, politikus Partai Nasdem Karangasem ini terbilang cukup berani.
Kari Subali yang kini masih sebagai anggota DPRD Bali ini lebih memilih sibuk untuk mengumpulkan KTP dibandingkan kembali mencalonkan diri ke DPRD Bali dapil Karangasem pada Pemilu 2024. Ia sempat masuk sebagai caleg Nasdem, namun akhirnya memilih mundur.
Pengumpulan KTP tersebut dilakukan Kari Subali untuk persiapan maju sebagai calon bupati Karangasem pada Pilkada 2024 mendatang.
Ia membidik kursi bupati Karangasem lewat jalur perseorangan atau independen.
Sejauh ini, dikatakan pria yang juga sebagai Bendesa Adat Kesimpar, Kecamatan Abang, Karangasem, sudah berhasil mengumpulkan sekitar 25 ribu KTP.
“Target 50 ribu, baru dapat 25 ribu KTP,” jelas Kari Subali dihubungi Bali Express (Jawapos Group) Sabtu 5 Agustus 2023.
Keinginannya ini terbilang cukup berani, padahal hingga saat ini dirinya mengaku masih sebagai kader partai besutan Surya Paloh tersebut.
Keputusannya ini bertujuan untuk bisa menggaet dukungan dari kader partai lain.
Di samping itu, rencana majunya sebagai calon independen juga bertujuan untuk menghapuskan citra money politik (politik uang).
Karena ia menyebut tidak akan menggunakan uang untuk memuluskan niatnya menjadi Karangasem 1.
“Saya ingin menghapus money politik. Nanti kalau ada relawan yang mau untuk menjadi saksi, saya berterimakasih," tegas Kari Subali.
"Kalaupun tidak saya tidak masalah. Syukur-syukur saya menang, saya bangga. Apabila tidak, saya tidak pusing juga karena telah menjadi contoh,” sambungnya.
Apabila nantinya bisa duduk sebagai bupati Karangasem, Kari Subali mengaku tidak akan mengambil gaji untuk dirinya serta keluarganya.
Itu akan diberikan kepada rakyat. “Nanti akan dikembalikan ke pemerintah. Kalau untuk kondangan dan sumbangan, baru ambil dari sana. Saya rasa untuk makan saya dan keluarga cukup,” tandasnya.