Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ketua Partai Golkar Bali Bagi-bagi Sembako yang Belum Dibayar, Pedagangnya Kini Kebingungan

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 22 Agustus 2023 | 02:01 WIB
Ketua DPD Bali Partai Gokar I Nyoman Sugawa Korry.
Ketua DPD Bali Partai Gokar I Nyoman Sugawa Korry.

TABANAN, BALI EXPRESS - Dua caleg Partai Golkar di Bali diduga memiliki utang sembako yang dibagi-bagikan kepada masyarakat. Janjinya akan dibayar usai simakrama sebelum Hari Raya Galungan, tapi hingga kini tak dibayar. Sang pedagang pun kini bingung.  

Kedua bakal caleg Partai Golkar itu disebut akan maju ke DPR RI dan DPRD Provinsi Bali.

Untuk caleg Partai Golkar yang akan maju ke DPRD Provinsi Bali disebut bernama Dewa Suamba Negara.

Sedangkan caleg yang akan maju ke DPR RI adalah, Nyoman Sugawa Korry. Menariknya, Sugawa Korry adalah Ketua DPD Partai Golkar Bali.

Saat ini dia menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bali.

Seperti apa kronologinya?

Peristiwa ini dimulai saat simakrama yang dilakukan oleh Dewa Suamba Negara dan Sugawa Korry.

Hal ini adalah hal yang biasa. Meski musim kampanye bagi Bakal Calon Anggota Legislatif belum dimulai, namun banyak yang sudah mulai menebar pesonanya dengan beragam cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan simakrama menjelang hari Raya.

Seperti yang dilakukan oleh Bacaleg Golkar untuk Kursi DPR RI dan kursi DPRD Provinsi Bali.

Berdasarkan informasi yang didapat koran ini, I Nyoman Sugawa Korry dan Dewa Suamba Negara melakukan simakrama ke Banjar Margasari Desa Pujungan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan seminggu sebelum hari raya Galungan yang lalu. 

Dalam simakrama itu, keduanya membagikan sembako kepada warga banjar, namun sayang, paket sembako yang dibeli di salah satu pedagang di Pasar Pujungan ini, sampai saat ini belum dibayarkan.

Adapun jumlah paketan sembako yang dibagikan sebanyak 110 paket yang isinya 5 kg beras, 500 gram bawang putih, 500 gram bawang merah dan 500 ml minyak goreng. 

Made Sumiarti, 41, pedagang yang memasok paket sembako tersebut, ketika dikonfirmasi membenarkan jika paket sembako yang dibagikan kepada warga oleh pasangan Bacaleg tersebut memang belum dibayarkan oleh orang yang memesan paket sembako tersebut.

"Mengenai kapannya, saya tidak ingat yang jelas itu sekitar 10 hari sebelum Galungan 2 Agustus lalu. Yang jelas paket sembako yang diambil tidak sampai saat ini belum dibayarkan, janjinya paket tersebut dibayar setelah acara Simakrama, tapi sampai saat ini belum ada pembayaran," jelasnya.

Adapun jumlah paket sembako yang diambil dari warungnya disebutkan Sumiarti sebanyak 110 paket dengan harga per paket Rp 105 ribu, atau jika ditotalkan jumlahnya mencapai Rp 11,5 juta. Selain menunggu itikad baik dari orang yang disuruh memesan paket sembako ini oleh Pasangan Bacaleg tersebut, Sumiarti mengaku sudah melakukan beberapa upaya penagihan.

Sampai akhirnya Sumiarti mencoba untuk menghubungi kantor sekretariat Golkar Tabanan.

"Namun di sekretariat Golkar saya belum mendapat jawaban pasti. Karena yang menerima telepon saya masih melakukan penelusuran. Saya berharap itu segera dilunasi karena akan saya gunakan untuk modal usaha," lanjutnya. 

Meski dihutangi, Sumiarti mengaku tidak trauma dalam menjalankan usaha dagang yang sudah 10 tahun digelutinya.

"Ya namanya juga usaha pasti ada untung dan ruginya. Saya berharap dibayar, karena jujur untung yang saya dapat dari paket itu tipis, hanya Rp 5 ribu per paket," tambah ibu tiga anak ini.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tabanan, I Nyoman Wirya, ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Namun demikian Wirya mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena hal tersebut bukan urusan partai tapi urusan perorangan.

"Saya mendengar ada informasi itu, kader di bawah juga sempat membicarakan hal itu. Tapi untuk detailnya saya tidak tau seperti apa. Namun saya berharap hal tersebut diselesaikan, kasian pedagangnya jika dihutangi lama," ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi apakah paketan Bacaleg tersebut adalah Sugawa Kori dan Dewa Suamba Negara, Wirya menjawab diplomatis.

"Mengenai nama saya tidak berani menyebutkan, takut terjadi kesalahpahaman di internal, namun yang jelas kabar itu ada dan saya sudah minta kepada PK Pupuan dan Selemadeg untuk menyelesaikannya," tambahnya.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #dpr ri #sembako #Golkar #sugawa korry