BALI EXPRESS- Bakal calon presiden (Bacapres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo merespons sinyal pasangan Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bakal melahirkan poros baru gabungan Partai Persatuan Pembangnan (PPP), Partai Demokrat dengan PKS.
"Saya nggak pernah khawatir dalam bersikap politik," kata Ganjar di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (31/7) malam.
Ganjar melanjutkan, sampai saat ini memang belum terlihat PPP akan mencabut dukungan dan kerja sama politik dengan PDI Perjuangan.
Namun, ia memastikan akan menghormati sikap masing-masing partai.
"Yang ada dalam pikiran saya adalah menghormati semua putusan masing-masing partai," tegas Ganjar dikutip dari jawapos.
Sebenarnya Anies akan dipasangkan dengan Cak Imin telah diisyaratkan saat Anies didampingi istrinya, Ferry Farhati bersilaturahim ke ibunda Cak Imin, Muhasonnah Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Silaturahim Anies yang diisi dengan ziarah ke empat makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur tesebut membuat Partai Demokrat geram.
Apalagi diisi dengan acara foto-fotoan Anies dan Ferrry bersama ibunda Cak Imin.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya langsung menyebut Anies telah dipasangkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Cak Imin.
Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Anies sendiri, setelah dikonfirmasi langsung DPP Partai Demokrat.
Keterangan Anies membuat Demokrat panas merasa dikhianati.
"Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswidan bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai NasDem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar," ucap Riefky dalam keterangannya, Kamis (31/8).
Menurut Riefky, kabar perjodohan Anies dengan Cak Imin tak terbantahkan.
"Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat dipaksa menerima keputusan itu (fait accompli)," papar Riefky.
Riefky menyebut, meski Anies Baswedan telah diusung oleh Partai Nas Dem sebagai capres sejak 3 Oktober 2022.
Tetapi hingga 22 Januari 2023 baik Anies maupun Partai Nas Dem belum berhasil membentuk sebuah koalisi parpol yang memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen.
Oleh karena itu, atas dasar persahabatan dan chemistry yang selama ini terbangun antara Anies dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maka pada 23 Januari 2023 di sebuah rumah di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Anies Baswedan mengajak Partai Demokrat dan PKS untuk membangun kerja sama politik.
"Ketum AHY membawa Partai Demokrat dan keduanya bekerja sama untuk mengajak PKS.. Peristiwa ini disaksikan oleh 4 orang dari Tim 8. Secara formal, Koalisi Perubahan untuk Persatuan diresmikan 14 Februari 2023 dengan penandatanganan piagam koalisi oleh ketiga ketua umum partai, yang berisi 6 butir kerja sama," pungkas Riefky.(*)