DENPASAR, BALI EXPRESS - Hari pertama bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menggelar pertemuan yang dikemas dalam bentuk coffee morning bertempat di Gedung Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin (11/9). Pertemuan ini dihadiri semua Kepala OPD Provinsi Bali.
Pada pertemuan tersebut, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, terkejut mendapati Ketut Lihadnyana hadir sebagai Kepala Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali.
Padahal, diketahui kini ia tengah menjabat sebagai PjB Bupati Buleleng.
Oleh karenanya, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meminta agar ada pelaksana harian (Plh) di BKPSDM Provinsi Bali.
Hal ini dimaksudkan, agar Ketut Lihadnyana dapat fokus mengemban tugas sebagai Pj Bupati Buleleng dan tidak terganggu.
"Beliau tetap menjabat sebagai Ka BKPSDM, namun karena tugas sebagai Pj Bupati banyak, maka perlu ditunjuk salah satu pejabat di di Pemprov (Bali) sebagai Plh," ujar Sang Made Mahendra Jaya, Selasa (12/9).
Hingga sekarang, kata dia, Lihadnyana masih sebagai Ka BKPSDM. Agar tugas-tugas BKPSDM dapat berjalan, maka perlu ditunjuk Plh. Meski begitu, Sang Made belum memastikan kapan akan ditunjuk Plh di BKPSDM Provinsi Bali.
Selain menjadi Kepala BKPSDM Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana juga mencuri perhatian publik dengan kekayaan yang signifikan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2022, kekayaan bersihnya mencapai Rp5.018.660.544 dengan rincian sebagai berikut:
Tanah dan bangunan senilai Rp4.000.000.000 yang terdiri dari:
Tanah dan Bangunan seluas 238 m2/210 m2 di Kota Denpasar senilai Rp2.400.000.000
Tanah dan Bangunan seluas 225 m2/110 m2 di Kota Denpasar senilai Rp1.600.000.000
Ia juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp441.500.000 dengan rincian sebagai berikut:
Volkswagen tahun 2000 senilai Rp140.000.000
Motor Honda tahun 2018 senilai Rp28.000.000
Mobil Honda Minibus tahun 2017 senilai Rp240.000.000
Motor Honda tahun 2019 senilai Rp33.500.000.
Selain itu, ia memiliki kas dan setara kas sebesar Rp755.856.435, namun juga memiliki hutang sebesar Rp178.695.891.
Sehingga kekayaan bersih Ketut Lihadnyana mencapai Rp5.018.660.544