Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Umat Islam dan Hindu di Banyuwangi Gelar Doa Bersama Memohon Hujan

Suharnanto Bali Express • Jumat, 22 September 2023 | 14:33 WIB
Umat Islam dan Hindu di Banyuwangi menggelar doa bersama memohon turunnya hujan, Rabu (19/9).
Umat Islam dan Hindu di Banyuwangi menggelar doa bersama memohon turunnya hujan, Rabu (19/9).

BALI EXPRESS-Para petani dan warga dari berbagai lintas agama di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur menggelar selamatan dan doa bersama memohon datangnya hujan.

Acara ini diinisiasi oleh Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Pesanggaran, Banyuwangi di Dam Koperan yang terletak di kampung tersebut.

Dalam upacara selamatan ini, yang turut dihadiri anggota Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Tirta Jaya Makmur, para petani datang ke Dam Koperan sambil membawa nasi ancak dan tumpeng sebagai simbol doa mereka.

"Kegiatan ini dimulai pada pagi hari, umat Hindu dan Islam bergantian untuk berdoa," kata Sugiyono, Koordinator Korsda Pesanggaran dikutip Radar Banyuwangi.

Ritual memohon hujan ini dimulai sekitar pukul 07.00, dengan umat Hindu di Dusun Yudomulyo memulai dengan doa mereka.

Kemudian pada pukul 08.00, umat Islam bergantian untuk berdoa bersama.

 

"Tahun lalu, ada partisipasi dari umat Kristen juga, tapi tahun ini hanya diikuti oleh umat Muslim dan Hindu," jelas Sugiyono.

Sugiyono menyampaikan bahwa kemarau yang berkepanjangan sejak Agustus 2023 telah berdampak signifikan pada para petani dan penduduk setempat.

Tanaman padi dan palawija yang dimiliki petani mengalami gangguan akibat kekurangan pasokan air.

"Kami tidak ingin mengatakan bahwa kekurangan air terjadi, tetapi memang ada penurunan drastis dibandingkan dengan musim sebelumnya," ujarnya.

Saat ini, di daerah irigasi (DI) Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, yang biasanya memiliki debit air sekitar 10.000 hingga 12.000 meter kubik per detik, kini terjadi penurunan hingga 7.000 meter kubik per detik.

"Debit air yang rendah ini tidak akan mencukupi untuk mengairi lahan sawah seluas 16.165 hektar," tambah Sugiyono.

Dalam menghadapi penurunan debit air ini, Sugiyono bersama para petani dan komunitas agama setempat memutuskan untuk mengadakan ritual doa bersama memohon hujan sebagai upaya preventif untuk mengatasi potensi kekeringan yang lebih parah.

"Selama ini kami melakukan rotasi penggunaan air irigasi, jadi masalah ini masih bisa ditangani. Doa bersama ini diadakan sebagai usaha (ikhtiar) agar situasi tidak memburuk," tegasnya.

Setelah upacara doa bersama, peserta acara tersebut melanjutkan dengan makan bersama menggunakan nasi tumpeng yang mereka bawa dari rumah.

 

"Kami berharap hujan yang turun akan menjadi hujan yang berkah dan cukup. Kami berharap ini bukan hujan yang membawa malapetaka," harap Sugiyono.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bangorejo, Abdur Rachman, memberikan dukungan positif kegiatan doa bersama ini.

Ia juga berharap bahwa hujan akan segera turun setelah acara ini selesai. "Semoga usaha baik ini membuahkan hasil dan hujan segera turun, mempermudah para petani dalam bertani," ujar Abdur Rachman.(*)

Photo
Photo
Editor : Suharnanto Bali Express
#petani #banyuwangi #doa bersama #hindu #islam