Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anies dan Cak Imin Jadi Pasangan Dwi Tunggal, Memiliki Keturunan Ulama

I Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 29 September 2023 | 18:16 WIB
Anies Baswedan menyatakan jadi pasangan dwi tunggal dengan Cak Imin dan memiliki keturunan ulama.
Anies Baswedan menyatakan jadi pasangan dwi tunggal dengan Cak Imin dan memiliki keturunan ulama.

BALI EXPRESS - Pasangan bakal Capres Anies Baswedan dan bakal Cawapres Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengadakan pertemuan silaturahmi dan ta'aruf dengan 1.000 alim ulama dari Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Anies dan Cak Imin yang memiliki keturunan ulama, melaksanaan silaturahmi di Pondok Pesantren Nurul Islam pada Kamis (28/9).

Dalam pidatonya, Anies menekankan bahwa mereka berdua adalah pasangan yang saling melengkapi satu sama lain.

"Kami adalah pasangan dwi tunggal, kami melengkapi satu sama lain. Gus Imin memiliki pengalaman yang kuat di legislatif dan sebagai ketua umum partai,” ungkap Anies, dilansir dari Jawapos.

Sedangkan dironya memiliki pengalaman di eksekutif. Sehingga Anies dan Cak Imin saling melengkapi.

“Saya memiliki pengalaman di eksekutif. Pengalaman kami berdua melengkapi satu sama lain," ungkap Anies di Jember, Jawa Timur.

Anies juga mengatakan bahwa keduanya memiliki garis keturunan ulama yang ikut berjuang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, cucu-cucu mereka kini ingin melanjutkan perjuangan tersebut.

"Jika semua kiai mendoakan, maka pasangan dwi tunggal Anies-Gus Imin (Cak Imin) akan terus berjuang untuk membangun kemakmuran bagi rakyat, menggerakkan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," tambah Anies.

Anies juga menekankan bahwa jika terpilih, mereka akan menggunakan kewenangan untuk membangun perekonomian rakyat dan meningkatkan kesejahteraan.

Sehingga kedepannya tidak ada lagi keluhan petani tentang harga pupuk yang mahal atau nelayan yang kesulitan akibat harga solar yang tinggi.

Sementara itu, Cak Imin menyatakan, bahwa kunjungannya ke Jember dan pondok pesantren lainnya di Jawa Timur adalah untuk meminta doa, restu, dan dukungan.

Dia menegaskan bahwa mereka tidak bisa lepas dari politik yang diwakili oleh tokoh dan alim ulama di pondok pesantren.

Pasangan AMIN juga disambut oleh tokoh ulama luar Jember, seperti KH Imron Anis dari Lumajang dan KH Azizi Sarbini dari Bondowoso.

Sebelumnya, mereka juga mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam Blokagung di Banyuwangi, di mana mereka disambut oleh santri, pengurus PKB, kiai, dan nyai Nahdlatul Ulama (NU).

Kedatangan Anies dan Cak Imin di Bandara Banyuwangi, Blimbingsari, disambut dengan antusias oleh sekelompok ibu-ibu yang mengatasnamakan MANIS (Emak-emak Anies).

Kedatangan Anies dan Cak Imin di pondok pesantren sekitar pukul 09.33 WIB disambut oleh teriakan ratusan santriwati yang berbaris di sepanjang jalan, sambil melambai-lambaikan tangan dan membawa bendera merah-putih.

Beberapa di antaranya juga membawa peluit. Mereka berteriak meminta perhatian.

Ketika masuk ke bagian dalam pondok pesantren, santri laki-laki juga berjejer dan melambai-lambaikan tangan dengan bendera merah-putih. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#capres #Anies #cak imin #cawapres #jawa timur #ulama