BALI EXPRESS-Presiden Jokowi dikabarkan sedang mempertimbangkan mengganti Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, orang dekat Megawati Soekarnoputri.
Rumornya isu pergantian Kepala BIN ini efek dari perkembangan politik yang kian memanas setelah Gibran Rakabuming Raka resmi menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Seorang analis politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, meramalkan bahwa Budi Gunawan mungkin akan digantikan oleh Jenderal Dudung Abdurachman, yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Desember 2023.
Ginting mengklaim bahwa konflik politik antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tidak dapat dihindari memaksa Jokowi untuk melakukan penggantian Kepala BIN dalam beberapa hari mendatang.
Menurut Ginting, Jokowi mungkin memilih Dudung karena dia memerlukan dukungan dari elite militer yang kuat.
"Sebagai jenderal bintang empat, Dudung diharapkan dapat memberikan analisis intelijen yang kuat dalam persaingan politik menjelang Pemilu 2024," ujar Selamat Ginting dikutip dari pojoksatu.id.
Ginting juga mencatat bahwa Budi Gunawan adalah Kepala BIN terlama dalam era Reformasi, menjabat sejak September 2016.
Baca Juga: Ditanya Kader Demokrat Tempati Posisi Mentan, Presiden Jokowi Enggan Menjawab
Selain itu, Budi Gunawan dikenal karena kedekatannya dengan Megawati Soekarnoputri dan pernah menjadi ajudan Megawati saat menjabat Presiden.
Selain itu, posisi KSAD akan diisi oleh Wakil KSAD, Letjen TNI Agus Subiyanto.
Selain perubahan dalam BIN, Presiden Jokowi juga akan melantik Menteri Pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang terlibat dalam kasus korupsi di Kementan.
Nama yang diusulkan sebagai pengganti adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sebelumnya Presiden Jokowi telah memastikan Rabu (25/10)besok akan melantik Menteri. Hanya saja, Presiden Jokowi enggan menjelaskan profil Menteri yang dilantik tersebut. (*)
Editor : Suharnanto Bali Express