BALI EXPRESS- Musisi Ahmad Dhani akhirnya minta maaf usai melakukan kampanye politik yang melanggar etik di wilayah militer TNI AU Republik Indonesia di Tasikmalaya.
Video permintaan maaf tersebut disampaikan Ahmad Dhani melalui media sosial Instagram miliknya @ahmaddhaniofficial, Kamis (26/10).
Dalam video tersebut, Ahmad Dhani mengakui kesalahannya dengan berkampanye di wilayah netral politik.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman guest dan semuanya, terutama jajaran Angkatan Udara Republik Indonesia. Saya ingin mengucapkan kata maaf," kata Ahmad Dhani dalam video yang diunggah dalam akun instagramnya.
"Kata permintaan maaf saya karena kemarin di Tasikmalaya saya telah melanggar etika,” lanjutnya.
Dalam acara kampanye tersebut, Ahmad Dhani diduga tak hanya melakukan kampanye untuk calon presiden Prabowo Subianto, tetapi juga istrinya, Mulan Jameela, yang merupakan calon legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra di wilayah Garut dan Tasikmalaya.
Tindakan tersebut dianggap tidak pantas karena wilayah militer, termasuk Angkatan Udara, seharusnya menjadi lingkungan yang netral dalam urusan politik.
“Juga saya mengampanyekan istri saya sebagai Caleg daripada Partai Gerindra di Garut dan Tasikmalaya saya anjurkan untuk mencoblos. Harusnya enggak boleh, karena itu daerah militer yang harusnya netral,” tambahnya.
Kampanye politik menyalahi etika itu terjadi ketika Ahmad Dhani manggung bersama bandnya, Dewa 19.
Ia juga secara khusus meminta maaf kepada kepala Lanud di Tasikmalaya dan Kepala Staf Angkatan Udara.
Selain itu, Dhani juga menyampaikan permintaan maaf kepada Panglima TNI dan seluruh jajaran pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.
“Mohon maaf saya tujukan kepada bapak Danlanud di Tasikmalaya, kepala staf Angkatan Udara di Mabes, juga langsung Panglima TNI di jajaran pemerintahan Bapak Jokowi mohon maaf sekali lagi,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna