Menanggapi hal itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyentil sejumlah tokoh yang dianggap ikut mendukung ‘dinasti’ Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Respon Pencopotan Atribut Ganjar Pranowo, Warga Ramai-ramai Iklaskan Rumahnya Dipasangi Baliho
Melalui akun media sosial X (Twitter) @msaid_didu, ia memention sejumlah akun tokoh yang ditengarai ikut mendukung ‘dinasti’ Presiden Jokowi. Sejumlah tokoh yang disentil diantaranya Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum PBB Prof Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie.
“Bapak @SBYudhoyono, prof @Yusrilihza_Mhd, pak @airlangga_hrt, pak @ZUL_Hasan, pak @aburizalbakrie yth,” kata Said Didu dalam platform X, Senin, (13/11/2023).
Muhammad Said Didu pun merinci alasan kelima petinggi partai itu mendukung ‘dinasti’ Presiden Jokowi. di antaranya adalah kemungkinan terpenjara kasus, sama-sama ingin membangun dinasti, bagi-bagi kekuasaan, atau bahkan ketiga dugaan ini kata dia benar.
“Apakah karena 1) terpenjara kasus? 2 ) sama-sama ingin bangun dinasti? 3) bagi-bagi kekuasaan? 4) semua 1, 2, 3?,” cuitnya.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Lawan Indonesia Hanya ‘Pemanasan’ Bagi Irak, Warganet Tersulut Emosi
Menurutnya dinasti Jokowi jelas-jelas cacat moral dan etika.
“Sehingga mendukung dinasti Jokowi yang jelas-jelas cacat moral dan etika,” tandasnya.
Hal itu seolah menyindir Jokowi yang selama ini kerap disebut melanggengkan kekuasaannya melalui anak-anaknya. Sebut saja putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka yang kini jadi cawapres Prabowo Subianto. Lalu putra bungsunya Kaesang Pangarep yang kini jadi Ketua Umum PSI dan diisukan maju Pilkada. Begitu pun dengan menantunya, Boby Nasution yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Editor : Wiwin Meliana