Merespon hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Habiburokhman meminta para pendukung untuk tetap tenang, sembari menunggu kebenaran dari video tersebut.
Baca Juga: Bikin Heboh Penonton, Chris Martin Berpantun di Atas Panggung; Boleh Pinjam Seratus!
"Ojo kesusu. Seperti instruksi Pak Prabowo, kita tidak boleh berburuk sangka dulu. Jangan menjelek-jelekkan, apalagi untuk hal yang belum pasti. Kita akan meminta dan menunggu aparat terkait dan yang berwenang untuk mengecek dulu kebenarannya," ujar Habiburokhman, Rabu (15/11) dikutip dari Jawa Pos.
Habiburokhman juga meyakini, petugas terkait seperti Bawaslu dan Kepolisian dapat menemukan kebenaran dari isu dalam video tersebut.
"Kita percaya sepenuhnya, Bawaslu dan Kepolisian dapat memberikan fakta dan kepastian tentang isu ini. Kita akan dorong agar kasus ini diperhatikan, apalagi ini sudah jadi atensi publik," jelasnya.
Namun, politikus Gerindra itu juga meminta, apabila hal tersebut benar adanya dan buktinya kuat, maka sudah seharusnya diselesaikan secara hukum yang berlaku.
"Jika benar (informasi video) itu, tentu ini menciderai demokrasi kita. Tapi kita harus tempuh jalan yang benar juga. Harus diusut tuntas dan dihukum semua yang terlibat, agar tidak jadi preseden," ujarnya.
"Kita harus ingat pesan Pak Prabowo semalam. Jujur itu harus seutuh-utuhnya. Itu yang jadi prinsip kita," imbuh Habiburokhman.
Sebelumnya, beredar video pendek seorang perempuan yang menggunakan seragam PNS Kabupaten Boyolali yang bercerita tentang “rahasia umum” bahwa para PNS diminta oleh salah satu partai untuk memenangkan salah satu calon presiden. Video ini beredar luas di sosial media, sehingga menarik perhatian di tingkat nasional.
Editor : Wiwin Meliana