Hal itu diungkap oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Melalui akun media sosial X (Twitter) @KRMTRoySuuryo1, pakar telematika itu menggugah surat keterangan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen).
Baca Juga: Evakuasi Korban Kecelakaan Maut Kereta Api Probowangi Selesai, Satu Korban Belum Teridentifikasi
"Ini surat keterangan (asli) dari Dirjen Dikdasmen Dikbud ditandatangani Sesdirjen Dr Sutanto tahun 2019," ujar Roy Suryo dalam keterangannya di aplikasi X, dikutip pada Senin (20/11).
Dikatakan Roy Suryo, dalam surat keterangan itu, ditegaskan Grade 12 Gibran di University of Technology Sidney (UTS) setara dengan SMK.
"Grade 12 si GRR di UTS Insearch Sydney Australia tahun 2006 itu setara ESEMKA, eh SMK Sekolah Menengah Kejuruan bidang Akutansi dan Keuangan di Indonesia, bukan S-1. Ambyar," tandasnya.
Pada cuitan lain, Roy Suryo juga menyebut bahwa Gibran Rakabuming layak mendapat rekor MURI sebagai orang yang gelarnya berubah-ubah dengan cepat dalam hitungan hari.
“Silakan cek di History edit Wikipedia, mirip-mirip yang dulu dari Drs ke Ir. Seenaknya saja gonta ganti seperti ini. Bagaimana pertanggungjawaban etika dan moralnya,” cuit Roy Suryo.
Baca Juga: Tragis, Kereta Api Probowangi Tabrak Minibus di Lumajang: Sebelas Tewas, Begini Kondisinya
Sebelumnya akun bernama @DokterTifa menuding Gibran menggunakan ijazah palsu untuk mengklaim pendidikan tinggi di Australia. Ia menyebutkan, Gibran hanya lulusan setara kursus atau D1, bukan lulusan sarjana strata satu (S1).
"Saya disuruh @gibran_tweet analisa foto ini. OK," tulis Dokter Tifa, sembari memposting gambar berita terkait.
"Insearch UTS, program persiapan masuk University Technology Sidney. Dia keluarkan Sertifikat Kursus atau yaaa setara D1 lah. Artinya "Wisudawan" adalah penerima sertifikat kursus, bukan Ijazah Bachelor/Sarjana UTS," beber Dokter Tifa di media sosial X.
Editor : Wiwin Meliana