Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Grace Natalie Tanggapi Polemik Ijazah Pendidikan Gibran, Sindir Partai Politik yang Ikut Sebarkan Hoaks

Wiwin Meliana • Senin, 20 November 2023 | 16:30 WIB

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa
BALI EXPRESS- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa turut buka suara soal polemic pendidikan terakhir calon wapres Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Grace Natalie, isu ijazah palsu bukan pertama kali terjadi jelang pilpres, namun isu ini sempat digunakan untuk menyerang Presiden Jokowi saat Pilpres 2019 lalu.

“Eh sekarang Mas Gibran juga menjadi korban isu yang sama. Ia dikatakan lulusan setara SMK bukan sarjana,” ungkap Grace Natalie melalui akun Instagram pribadinya @gracenat, Senin (20/11).

Baca Juga: Ini Hal yang Perlu Diketahui Tentang Stres dan Cara Mengatasi

Mantan presenter itu mengungkap fakta bahwa Gibran mendapat bachelor degree atau setara dengan sarjana dari kampus universitas MDIS Singapura.

“Bahkan MDIS Singapura pernah memasang poster Mas Gibran besar-besaran di kampus sebagai alumnus MDIS, kalau gak percaya cek aja ke kampusnya,” imbuhnya.

Grace Natalie memaklumi jika isu ijazah palsu tersebut dihembuskan oleh orang-orang yang tidak jelas identitasnya, sebab jelang pemilu, isu-isu negative sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan pihak lawan politik.

Akan tetapi pihaknya menyayangkan jika isu itu disebarkan oleh pejabat-pejabat tinggi partai yang sempat mengusung Gibran dalam pencalonan menjadi Walikota Solo.

“Mereka ini ikut memainkan isu, ikut menyebarkan keraguan di public akan kredibilitas Pendidikan Mas Gibran,” jelasnya.

Baca Juga: Amanda Gonzalez, Antara Dukung Timnas Indonesia atau Negara Asal Suami

Menurut Grace sebagai partai politik yang pernah mengusung Gibran Rakabuming dalam pencalonan, maka menjadi tugas partai politik untuk mengecek dokumen Pendidikan, Kesehatan dan surat pengadilan yang dibutuhkan sebagai syarat dalam pencalegan.

“Jadi lucu kan sekarang partai yang pernah mengusung ikut-ikutan memainkan isu meragukan kredibilitas Pendidikan Mas Gibran? Masa sih hanya karna berbeda tim, ikut-ikutan menyebarkan hoaks, gak kelas banget deh,” tutup Grace Natalie.

Sebelumnya, Ijazah Pendidikan terakhir Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik. Hal itu diungkap oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Melalui akun media sosial X (Twitter) @KRMTRoySuuryo1, pakar telematika itu menggugah surat keterangan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen).

Baca Juga: Polemik Ijazah Pendidikan Terakhir Gibran, Said Didu: Palsu dan Bohon Juga?

"Ini surat keterangan (asli) dari Dirjen Dikdasmen Dikbud ditandatangani Sesdirjen Dr Sutanto tahun 2019," ujar Roy Suryo dalam keterangannya di aplikasi X, dikutip pada Senin (20/11).

Dikatakan Roy Suryo, dalam surat keterangan itu, ditegaskan Grade 12 Gibran di University of Technology Sidney (UTS) setara dengan SMK.

"Grade 12 si GRR di UTS Insearch Sydney Australia tahun 2006 itu setara ESEMKA, eh SMK Sekolah Menengah Kejuruan bidang Akutansi dan Keuangan di Indonesia, bukan S-1. Ambyar," tandasnya.

 

 

 

 

Kepala SMK Muhammadiyah Undaan Kudus Singgih Munarko foto bersama anak-anak yang meraih kejuaraan pencak silat Rektor UMKU tahun ini.
Kepala SMK Muhammadiyah Undaan Kudus Singgih Munarko foto bersama anak-anak yang meraih kejuaraan pencak silat Rektor UMKU tahun ini.
Editor : Wiwin Meliana
#grace natalie #polemik ijazah palsu #gibran #partai politik #hoaks