Adapun dialog terbuka yang digelar Muhammadiyah itu dihadiri pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), capres Prabowo Subianto, dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Sedang Gibran absen pada acara tersebut karena ada agenda lain.
Baca Juga: Awas! Jangan Langgar Pantangan Ini saat Tangkil ke Pura Luhur Pucak Pengungangan
Gibran Rakabuming Raka tak dijadikan anggota kehormatan karena tak hadir dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti mengatakan status anggota kehormatan tersebut diberikan kepada seluruh capres dan cawapres.
“Kami memberikan anggota kehormatan kepada Pak Anies dan Gus Muhaimin dan juga kepada Pak Ganjar dan Pak Mahfud dan kepada Pak Prabowo. Seandainya datang, kami juga berikan kepada Mas Gibran," kata Mu'ti, di Gedung At-Tauhid Tower UMSurabaya, Jumat (24/11) dikutip dari Fajar.co.id.
Ketidakhadiran Gibran dalam acara tersebut lantaran menghadiri kegiatan NU di Mojokerto. Mu'ti mengatakan status anggota kehormatan itu diberikan oleh Muhammadiyah kepada tokoh-tokoh yang memiliki komitmen dan integritas serta memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah. Jadi, saling memiliki berbagai upaya perbaikan dalam kehidupan dan kebangsaan.
Dia berharap pemberian anggota kehormatan kepada Prabowo bertujuan agar komunikasi politik dengan Muhammadiyah tetap terjalin. Meski nantinya dia terpilih atau tidak menjadi presiden.
Baca Juga: Menurut Lontar, Brahmana Hindu Ini Pencetus Pura Luhur Pucak Pengungangan di Candikuning
"Beliau dan para tokoh yang saat ini menjadi calon presiden dan calon wakil presiden pemimpin bangsa yang insyaallah memiliki rekam jejak dan komitmen yang sama memajukan umat dan bangsa sesuai dengan reputasi dan prestasi yang telah beliau tunjukkan saat ini," jelasnya.
Pihaknya menyayangkan ketidakhadiran Gibran dalam acara tersebut, namun ia juga memahami bahwa sebagai cawapres tentunya banyak undangan.
"Sudah kami berikan ruang, bahkan jadwal pun kami sepakati untuk kami sesuaikan, tetapi kalau sudah tidak datang. Itu sudah di luar otoritas kami," ujarnya.