Cheryl Tanzil mempertanyakan motif Agus Rahardjo tiba-tiba mengungkap ini di saat Agus tak lagi menjabat Ketua KPK.
Baca Juga: Langkah Optimal KPU untuk Mencegah Kebocoran Data Pemilu, Masyarakat Diingatkan Tetap Tenang
"Harusnya kalau mau bersih-bersih dan serius berantas korupsi, Pak Agus Rahardjo mengeluarkan pernyataan adanya intervensi dalam kasus e-KTP saat beliau menjabat sebagai ketua KPK," cuit Cheryl di X, dikutip pada Sabtu (2/12/2023).
Pihaknya juga mempertanyakan motif Agus Rahardjo baru membongkar dugaan intervensi Jokowi dala kasus e-KTP tersebut.
"Kalau tiba2 sekarang baru diutarakan, di depan talkshow tv, publik jadi mempertanyakan apa motifnya?" tanyanya menyindir.
Wakil Komandan Bravo (Komunikasi) TKN Prabowo-Gibran itu lantas curiga Agus hanya ingin mencari perhatian publik karena dia terdaftar sebagai Calon Anggota DPD RI dari Jawa Timur.
"Apakah karena sedang maju jadi caleg DPD Jatim jadi butuh sensasi untuk menarik perhatian?" celotehnya.
Baca Juga: Isu Radikalisme Meningkat Jelang Pemilu 2024: Upaya Aparat untuk Menjaga Ketertiban
Sebelumnya, pengakuan mantan ketua KPK Agus Rahardjo jika pernah dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diminta hentikan pengusutan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto (Setnov), terus jadi sorotan.
Agus mengaku pernah dipanggil Jokowi sendiri. Saat masuk ke ruangan Presiden, ia menuturkan Jokowi sudah marah dan berteriak ‘hentikan’. Usut punya usut, hal yang diminta untuk menghentikan itu adalah pengusutan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR Setyo Novanto.
Editor : Wiwin Meliana