Menanggapi hal itu, akun aplikasi X Bernama @PartaiSocmed pun memberikan pembelaan kepada Wali Kota Solo itu terkait absennya dalam acara tersebut.
"Gibran sedang praktek mencuri hati kawula muda, sedangkan cawapres lain membahas cara mencuri hati kawula muda," cuit akun @PartaiSocmed, pada Rabu (06/12).
Baca Juga: Kerap Absen Undangan Debat, Gibran Tegaskan Hanya Hadiri Debat Resmi KPU
Pernyataan ini menyoroti, setiap kandidat memiliki strategi dan pendekatan berbeda dalam mencapai hati kawula muda, dan Gibran sedang fokus pada pendekatannya sendiri.
Pihak @PartaiSocmed juga menekankan, hadir atau tidaknya dalam suatu acara tidak semata-mata mencerminkan ketidakmampuan seseorang. Dia memaklumi, setiap kandidat memiliki strategi kampanye masing-masing, termasuk cara membangun koneksi dengan pemilih kawula muda.
Sontak cuitan itupun menjadi bulan-bulanan warganet. Warganet menilai bahwa pembelaan yang disampaikan oleh akun tersebut terlalu ngelantur dan terlalu dibuat gimmick.
Beberapa pihak menduga bahwa Gibran sengaja menghindari dialog-dialog semacam itu karena merasa tidak selevel dengan Cak Imin, yang berstatus Doktor, dan Mahfud MD, yang berpredikat Profesor.
Baca Juga: Gibran Absen Lagi, Dialog Cawapres ‘Mencuri Hati Kawula Muda’ Hanya Dihadiri Cak Imin dan Mahfud MD
“Haha ngebelanya uda ngawur banget,” tulis akun @xandreanda.
“Praktek? Gimik boleh tapi bersubstansi lah minimal. Minimal datang lah, bisa buat Latihan debat perdana loh Mas Wali,” komentar warganet.
“Diajak diskusi yang benar malah disebut mencuri. Membela junjungan tidak sebodoh itu, jujurlah dengan keadaan bahwa memang cawapres 02 berhalangan hadir. Bukan malah ngeles dengan kalimat yang terlihat orang bahwa anda memang tidak bisa jawab,” imbuh warganet.
Editor : Wiwin Meliana