Dalam video yang beredar, Ketua BEM UGM Gielbran Muhammad menyinggung Presiden Jokowi dan dinasti politiknya. Selain itu, Gielbran juga membahas terkait dengan dinasti politik Jokowi dan menyebut Gibran sebagai anak haram konstitusi.
Baca Juga: Terkurasi dengan Baik, Presiden Joko Widodo Puji Produk UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023
Menurut Gielbran, untuk mengetahui cara berfikir seseorang harus tahu pula background orang tersebut.
“sangat menarik ketika kita membahas dinasti politik, terutama dalam konteks Jokowi ya. Kalo kita ingin membedah pola pikir seseorang, kita harus tau begroundnya seperti apa,” ucap Gielbran Muhammad selaku Ketua BEM UGM.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa Jokowi merupakan seorang Jawa Tulen dan ternyata dalam falsafah kepemimpinan Jawa, nomor satu itu adalah kekuasaan yang kedua adalah etik. Sehingga hal yang bisa dipahami dalam konteks politik Jawa, ketika Jokowi lebih mementingkan kekuasaan daripada etik.
“Jokowi adalah seorang Jawa tulen, beberapa hari yang lalu diriku sempat menamatkan buku, menamatkan essay, yang ditulis oleh BEM Anderson. Beliau membahas tentang falsafah kekuasaan Jawa,” ungkap Gielbran
Menurutnya juga isu tiga periode yang berhembus pada awal 2023 merupakan isu yang langsung keluar dari istana sebagai ajang tes ombak.
Dengan tersebarnya isu tiga periode dari Istana, kemudian Gielbran menganggap momen ini adalah dimana kepribadian Jokowi mulai terlihat.
Baca Juga: Kuliner Legend Denpasar Bali: Berdiri Sejak 1994, Nikmatnya Sate Marlin Panjer Wajib Dicoba
“Mulailah tabiat Jokowi sang raja Jawa ini muncul, saya malah menyebutnya machia Feli Jawa, liciknya tuh culas betul dia,” ujar Gielbran.
Gielbran menyatakan Jokowi orang yang sangat culas dan dia juga merasa jijik meskipun satu almamater dengan pak presiden itu.
“Saya melihat bahwa dia ini orang yang sangat culas dan meskipun satu alumni sama saya, saya benar-benar apa tadi kata jijik lah,” ungkap Gielbran.
Lebih lanjut, Gielbran menyebut Jokowi dengan senang hati mengutak-atik tanpa otak konstitusi Indonesia. Gielbran juga menambahkan, akan jadi presiden yang sangat hina dan akan menjadi sebuah sejarah yang sangat hina. Ketika capres dan cawapres yang satu produk gagal reformasi yang satu anak haram konstitusi membimbing sebuah negara besar tapi dipimpin oleh orang yang otaknya kecil
Editor : Wiwin Meliana