TABANAN, BALI EXPRESS– Patroli yang dilakukan Bawaslu Tabanan, Bali sejak 30 Desember 2023 sampai 1 Januari 2024 menemukan sejumlah alat peraga kampanye (APK) caleg dalam keadaan rusak.
Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta menyebutkan ada 10 APK, baik itu milik caleg DPR maupun calon DPD yang ditemukan dalam keadaan rusak.
”Selama patroli yang dilakukan oleh Bawaslu Tabanan dan Panwascam di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan, kami menemukan ada sebanyak 10 APK milik caleg dan calon DPD yang dalam keadaan rusak," jelas Narta, Selasa, 2 Januari 2023.
Adapun bentuk kerusakan yang ditemukan, mulai dari APK tersebut dalam keadaan robek, jatuh atau ada beberapa dalam keadaan robek pada bagian gambar wajah.
Namun demikian, Narta menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah APK tersebut sengaja dirusak atau karena fakto lainnya.
"Kami belum menyimpulkan apakah APK tersebut sengaja dirusak atau tidak, karena masih dalam penyelidikan dan pendalaman dari tim Bawaslu dan Panwascam," lanjutnya.
Adapun lokasi ditemukannya APK rusak tersebut, seperti di Kecamatan Selemadeg ada dua APK yang rusak yakni di wilayah Soka, Desa Antap.
Di sana, Bawaslu Tabanan menemukan baliho milik calon DPR RI Nyoman Adi Wiryatama dilubangi tepat pada bagian wajah.
Selanjutnya APK milik Calon DPD Ainun Niaman yang terpasang di Bonian, Desa Antap ditemukan dengan kondisi yang sama.
Di Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, ditemukan baliho caleg yang rusak dan diduga karena hujan angin.
Di Kecamatan Tabanan yakni di Desa Gubug dan Perempatan menuju Rumah Sakit Wisma Prasanti ditemukan APK milik caleg Partai Nasdem robek.
Di wilayah Kecamatan Kediri juga menemukan APK caleg yang rusak seperti milik caleg dari PSI, Gerindra dan Nasdem serta Demokrat.
Kemudian di Desa Pemenang, tepatnya perbatasan antara Marga dan Kediri, ditemukan baliho capres Prabowo dan juga beberapa calon lainnya rusak.
Narta menambahkan, meskipun sampai saat ini belum ada laporan terkait rusaknya sejumlah APK ini, pihaknya tetap melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pastinya.
“Kami tetap lakukan penelurusan sebagai bentuk tindak pengawasan kami,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan