BALI EXPRESS- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 03 Mahfud MD akhirnya memberi klarifikasi terkait pernyataanya tentang ibu melahirkan anak tidak berakhlak.
Melalui Instagram pribadinya @mohmahfudmd, Menkopolhukam ini mengunggah video klarifikasinya.
Baca Juga: Banten Pejati Terdiri dari Beberapa Unsur Penting, Ini Maknanya dalam Agama Hindu
Mahfud mengaku menyesalkan pernyataan soal ibu melahirkan anak tak berakhlak banyak dipelintir di media sosial.
“Ada yang memelintir dan menggoreng pernyataan saya saat acara Tabrak Prof di Bandar Lampung,” jelas Mahfud MD dikutip pada Selasa (30/01).
Mahfud menjelaskan saat itu ada yang bertanya mengenai bagaimana kalua ibu melahirkan anak tidak berakhlak?
"Itu konteksnya ada yang tanya dalam pertemuan. Pak gimana, kalau ibu melahirkan anak tidak berakhlak. Saya bilang, ya dosa kita kalau membiarkan ibu itu melahirkan anak tak berakhlak, kita yang dosa, bukan ibunya yang dosa,"
Mahfud menjelaskan, yang berdosa adalah pemerintah jika membiarkan ibu-ibu tak mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga tidak dapat mendidik anak dengan baik. Jadi, bukan ibunya yang berdosa.
Baca Juga: Puan Maharani; PDIP Tak Tutup Pintu untuk Presiden Joko Widodo
Oleh sebab itu, lanjut Mahfud, ibu-ibu perlu diberikan lapangan pekerjaan yang layak dengan upah yang memadai. Hal itu penting, agar bisa menumbuhkembangkan generasi yang terdidik.
"Oleh sebab itu, saya katakan ibu-ibu itu harus diberi pekerjaan yang layak, jangan sampai kerja pagi pulang sore. Upahnya tidak layak, tidak dilindungi oleh negara, sehingga anaknya sesudah dilahirkan dibiarkan tidak dididik," papar Mahfud sambil meminta awak media untuk melihat video asli kegiatan di Bandar Lampung tersebut.
Mahfud pun menegaskan, maksud pernyataan tersebut adalah agar ibu-ibu diberi kesejahteraan dalam pekerjaan. Dengan begitu, anak akan terdidik dengan baik jika kesejahteraan di rumah tercipta.
"Kami katakan, besok perlindungan ibu-ibu itu dari sudut ketenagakerjaan akan kita beri perhatian untuk lebih sejahtera agar anak-anak itu bisa dididik dengan baik dan berakhlak," paparnya.
Editor : Wiwin Meliana