Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daftar Lengkap Calon Terpilih Anggota DPRD Buleleng: Golkar Tambah 4 Kursi, Hanura Kehilangan 3 Kursi

I Putu Mardika • Senin, 4 Maret 2024 | 14:58 WIB
KETUA: Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi.
KETUA: Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi.

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Partai Golkar sukses mengunci 11 kursi DPRD Buleleng pada Pileg 2024.

Jika dibandingkan dengan Pileg 2019 lalu, perolehan kursi DPRD Buleleng ini naik, mengingat saat itu Partai Golkar hanya meraih 7 kursi.

Ini berarti Golkar sukses menambah 4 kursi DPRD Buleleng pada pileg  tahun ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) terkait data nama caleg yang berpotensi menghuni DPRD Buleleng pada periode 2024-2029, menyebutkan 11 nama caleg Partai Golkar yang lolos di antaranya Nyoman Gede Wandira Adi, Nyoman Dukajaya, Gede Suparmen.

Ada juga I Ketut Patra, Ketut Dody Tisna Adi, Putu Suastika, Made Suarsana, Ketut Hermawan, Putu Gede, Parlina Dewi dan I Ketut Susila Umbara.

Ketua DPD Golkar Buleleng IGK Kresna Budi membenarkan daftar nama caleg yang lolos meraih kursi DPRD Buleleng.

Menurutnya, peningkatan raihan jumlah kursi merupakan hasil kerja keras kader beringin.

Bahkan, ia menyebut sejatinya Partai Golkar di Buleleng menarget perolehan sebanyak 10 kursi di DPRD Buleleng.

Namun yang membanggakan justru sukses meraih 11 kursi pada Pileg 2024 ini.

“Puji Syukur kami panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ini hasil kerja keras kader kami di lapangan. Target kami 10 ternyata bisa mencapai 11. Tentu sangat berbahagia,” ungkapnya.

Sedangkan PDIP pada Pileg 2024 ini justru perolehan kursinya stagnant di angka 18. Sama seperti pileg 5 tahun lalu.

Nama-nama caleg yang diprediksi lolos dari PDIP ke DPRD Buleleng, di antaranya Ketut Ngurah Arya, Wayan Parwa, Made Mudita, Wayan Soma Adnyana.

Kemudian Kadek Turkini, I Gusti Komang Swastika, Nyoman Bujana, Dewa Nyoman Sukardina, Gede Supriatna, Dewa Komang Yudi Astara, Wayan Masdana, I Gede Odhy Busana, A.A Ketut Widia Putra, Nyoman Sukarmen, Nyoman Somasuara, Ketut Widiana, I Wayan Indrawan, I Made Lilik Nurmiasih.

Perolehan kursi yang stagnant juga terhadi pada Partai Nasdem. Partai besutan Surya Paloh ini hanya meraih enam kursi pada Pileg 2024 tahun ini.

Perolehan ini sama dengan Pileg 2019. Enam nama caleg yang lolos di antaranya Made Jayadi Asmara, Made Sudiarta, I Nyoman Meliun, Made Putri Nareni, Wayan Edi Parsa, Ketut Suartana.

Hal serupa juga dialami Parti Demokrat yang hanya meraih 3 kursi di DPRD Buleleng pada Pileg 2024.

Perolehan suara Demokrat sama dengan pileg 2019 yang juga meraih 3 kursi di DPRD Buleleng.

Begitu juga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih kokoh menempatkan satu orang wakilnya, yakni Haji Muliadi Putra yang bertarung di dapil Gerokgak.

Penurunan kursi justru dialami oleh Partai Gerindra. Pada Pileg 2019 lalu, Gerindra sukses meraih 5 kursi, namun pada Pileg 2024 kali ini hanya mampu meraih 4 kursi.

Empat caleg Gerindra yang diprediksi lolos di antaranya Gede Suradnya, Ketut Susana, Luh Marleni dan Kadek Widana.

Sedangkan Partai Hanura justru kehilangan 3 kursi pada Pileg 2024. Jika pileg 2019 lalu Partai Hanura sukses meraih 5 kursi, pada pemilu 2024 hanya meraih dua kursi.

Dua nama caleg Hanura yang lolos yakni Wayan Teren dan Made Budiasa. Rontoknya perolehan suara Hanura di Pileg 2024 ini dibenarkan Ketua DPC Hanura Buleleng Gde Wisnaya Wisna.

Ia mengaku terpental pada pemilu kali ini, padahal sudah dua kali terpilih sebagai wakil rakyat yakni pada periode 2019-2024 dan periode 2014-2019.

Ia mengaku anjloknya perolehan suara karena berbagai faktor, mulai dari money politik atau serangan fajar yang masif.

Terlebih, di dapil Kecamatan Buleleng nilai yang ditawarkan di kisaran Rp 100-500 ribu.

“Ya warga tidak peduli siapa yang jadi, yang penting uangnya masuk kantong,” jelasnya.

Kendati demikian, Wisnaya mengaku ogah melaporkan ke Bawaslu Buleleng. Pasalnya sulit untuk dibuktikan.

Terlebih harus memenuhi syarat formal dan materiil, termasuk menyiapkan saksi dan bukti.

“Sudah jadi rahasia umum. Tapi memenuhi bukti syarat formal dan materiil menjadi kendala,” keluhnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #HANURA #partai golkar #dprd buleleng