Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tingkat Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di Badung Tembus 89,50 persen, Melebihi Target

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 6 Maret 2024 | 13:36 WIB
Ketua KPU Badung I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra.
Ketua KPU Badung I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra.

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Kabupaten Badung, Bali mengalami peningkatan.

Tingkat partispasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilu 14 Februari 2024 mencapai 89,50 persen. Tingkat partisipasi ini meningkat bila dibandingkan Pemilu 2019 hanya mencapai 82,54 persen. 

Ketua KPU Badung I Gusti Agung Ketut Gede Yusa Arsana Putra mengatakan, tingkat partisipasi pemilih ini melebihi target yang ditentukan KPU Badung, yakni 85 persen.

“Tingkat partisipasi pada Pemilu 2024 mencapai 89,50 persen," jelas Yusa Arsana, Selasa, 5 Maret 2024.

Angka ini lebih tinggi dari pemilu 2019 saat itu partisipasi 82,54 persen,” tambah Yusa Arsana.

Tingginya partisipasi pemilih disebabkan terkait beberapa hal baru pada Pemilu 2024.

Padahal jika dilihat dengan model pendataan de jure atau pendataan penduduk di suatu daerah, diperkirakan sulit untuk dihadirkan pada pemilu.

"Ada beberapa hal yang mendukung tingginya tingkat kehadiran pemilih. Seperti Aplikasi Cek DPT online, sosialisasi yang masif dari calon legislatif di seluruh tingkatan, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) tidak ada incumbent sehingga memengaruhi pemilih," terangnya.

Baca Juga: Keren! Alun-Alun di Bali Ini Jadi Taman Kota Terbaik di Indonesia, Berikut Fasilitasnya

Lebih lanjut Yusa Arsana mengaku bangga tingkat kehadiran pemilih yang sangat tinggi.

Bahkan tingkat kehadiran yang tinggi ini juga membuat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus bekerja ekstra keras.

Bahkan, lanjut dia, beberapa petugas KPPS mengalami sakit akibat kelelahan.

“Kendala lain yang dihadapi adalah masa kampanye yang pendek, hanya 75 hari, yang membuat sosialisasi kurang maksimal,” ucapnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pemilu 2024 #tingkat partisipasi pemilih #badung