SINGARAJA, BALI EXPRESS- Nama-nama caleg yang lolos anggota DPRD Buleleng tinggal ditetapkan.
Dari 45 orang caleg yang terpilih menjadi anggota DPRD Buleleng, 5 di antaranya adalah perempuan.
Dari kelima perempuan akan menduduki kursi DPRD Buleleng 2024-2029 tersebut, empat orang merupakan petahana, satu orang pendatang baru.
Keempatnya petahana itu adala Ni Kadek Turkini. Politikus PDI Perjuangan ini meraup 6.643 suara.
Selanjutnya Lilik Nurmiasih. Lilik sempat mengalami persaingan sengit dengan Mangku Budiasa perkara jumlah suara yang sama.
Pun demikian setelah ditelusuri dan dicek kembali saat pleno, Lilik berhasil menggeser Mangku Budiasa lantaran sebaran suara lebih luas. Politikus PDI Perjuangan ini mengumpulkan 4.554 suara.
Dari Partai Nasdem ada petahana Made Putri Nareni dengan 3.520 suara dan Partai Gerindra Luh Marleni dengan 3.074 suara.
Sementara, wajah baru yang duduk di kursi DPRD Buleleng adalah Ni Wayan Parlina Dewi dari Partai Golkar.
Sebagai new comer, Parlina meraup 5.127 suara. Raihan suara Parlina mengalahkan petahana Ni Ketut Windrawati di dapil 8 (Kecamatan Banjar).
Selain Windrawati, ada Luh Hesti Ranitasari yang tidak lolos dalam pemilihan. Istri perwira TNI itu terhempas.
Padahal jika terpilih ia mengincar posisi di Komisi I bidang Pemerintahan, Ketertiban, Kependudukan, Penerangan/Persandian (Infokom), Hukum dan Perundang-undangan, Kepegawaian/Aparatur Sipil negara ( ASN ), Perizinan, Sosial Politik, Organisasi Masyarakat, dan Pertanahan.
Posisi itu diincar agar selaras dengan tugas sang suami sebagai perwira TNI. Sayangnya, mimpi itu harus kandas.
Disisi lain, Kadek Turkini tampaknya enggan bergeser dari komisi IV yang membidangi kesehatan, pendidikan, perempuan, anak, dan kemiskinan.
Kendati demikian sebagai petugas partai dirinya akan siap mengemban tugas tanpa memandang penempatan.
“Di mana pun siap. Tapi jika bisa, tetap di komisi IV. Saya ingin mengawal dan melindungi perempuan. Saya masih merasakan diskriminasi terhadap perempuan. Perempuan kalau diberikan ruang dan support bisa setara dan bisa melebihi laki-laki,” kata dia.
Dengan masuknya kembali Turkini ke gedung dewan Buleleng, ia menjadi politikus perempuan yang menjadi anggota DPRD Buleleng selama 4 periode sejak 2009. (*)
Editor : I Made Mertawan