BALI EXPRESS-Anggota Komisi XI DPR Said Abdullah menyebut bahwa PDI Perjuangan masih menjadi partai pemenang pemilu 2024.
Hal ini berdasarkan perhitungan riil dan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), PDIP kembali menjadi pemenang Pemilu 2024.
Baca Juga: Ratusan Personel Gabungan Bertugas Amankan Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur Bangli
Hasil rekapitulasi nasional, Rabu, 20 Maret 2024 menunjukkan bahwa PDIP meraih 25.387.279 suara. Kemudian disusul Partai Golkar dengan raihan 23.208.654 suara dan Partai Gerindra dengan 20.071.708 suara.
Said menyayangkan jelang pelaksanaan Pemilu 2024, sempat beredar provokasi yang ingin menjatuhkan PDI Perjuangan.
“Bahasa yang digunakan pun sarkastis, saatnya untuk menyembelih Banteng Moncong Putih. Namun, ternyata kenyataan berkata lain,” ujar Said Abdullah, Kamis (21/03).
Pihaknya pun mempertanyakan apa salah PDI Perjuangan sehingga merebak berbagai kalimat provokatif ingin menghancurkan partai yang dipimpin putri Proklamator Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Alasan Umat Hindu di Banjar Terunyan Masih Pertahankan Tradisi Gantung Ari-Ari
Apalagi, fakta memperlihatkan PDI Perjuangan beberapa kali memenangkan pemilu dan kadernya mendapat kepercayaan rakyat untuk menempati posisi puncak pimpinan Indonesia.
"Itu artinya, PDI Perjuangan menjadi partai tertinggi yang masih mendapatkan kepercayaan rakyat Indonesia," katanya dikutip dari Fajar.co.id.
Dalam perjalanan Indonesia, kata Said, sejak Reformasi 1998 tidak ada partai yang memenangkan pemilu lebih banyak dari PDIP. Sampai saat ini, sejak Reformasi sudah empat kali PDIP berhasil memenangkan pemilu bahkan berhasil tiga kali berturut-turut.
"Lagi-lagi bukti tak terbantahkan betapa sebagian besar rakyat Indonesia sangat mencintai dan mempercayai PDI Perjuangan. Dan kepercayaan inilah yang dijaga penuh oleh PDI Perjuangan," ucapnya.
Baca Juga: DPRD Tabanan Segera Bahas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2023
Menurut Said, sudah menjadi rahasia umum ada kalangan yang ingin mencoba melabrak konstitusi misalnya, ingin merubah periodesasi jabatan presiden, yang berdasarkan UUD 1945 dibatasi hanya dua periode dan menunda pemilu.
"Mereka mencoba mengajak PDIP untuk merubah konstitusi agar jabatan Presiden dapat diperpanjang lagi. Jika PDI Perjuangan gelap mata, dan hanya menghitung keuntungan politik, tentu ajakan ini menguntungkan bagi PDIP, sebab posisi kadernya ditampuk kekuasaan, sekaligus partai pemenang pemilu," paparnya.
Editor : Wiwin Meliana