BALIEXPRESS.ID–Tensi politik di Kabupaten Tabanan, Bali semakin memanas jelang Pilkada 2024.
Seperti diketahui, dua bakal calon yang akan memperebutkan kursi Tabanan satu pada pada Pilkada 2024 sudah semakin gencar menebar pesona.
Mereka adalah I Nyoman Mulyadi dan I Komang Gede Sanjaya, yang saat ini menjabat Bupati Tabanan.
Nyoman Mulyadi yang mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tabanan dari Partai Golkar sedang melakukan proses survei sebagai bagian dari proses pencalonan dirinya sebagai Bupati di Tabanan.
Namun hal berbeda disampaikan oleh I Komang Gede Sanjaya yang merupakan Ketua DPC PDIP Tabanan.
Sanjaya yang juga mengambil formulir pendaftaran untuk kembali bertarung pada Pilkada 2024 dengan percaya diri (pede) menyatakan di internal PDIP tidak ada proses survei bagi kader yang ingin mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Tabanan.
Termasuk proses pencalonan dirinya sebagai Bupati Tabanan, diakuinya tidak memerlukan lagi proses survei.
Sanjaya menyatakan bahwa kemampuannya sudah teruji pada Pemilu 14 Februari 2024.
"Kenapa mesti harus survei, kan selama ini sudah teruji kontestasinya dalam Pemilu lalu, seperti menaikan jumlah kursi sudah, memenangkan Pilpres sudah. Kayaknya tidak ada survei-survei seperti itu," jelasnya.
Selain di internal PDIP Tabanan, Sanjaya juga menyebut bahwa di seluruh PDIP di Bali tidak akan melakukan survei terhadap para kader PDIP yang akan mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah baik di Bali maupun di luar Bali.
"Sudah terbukti lah kemenangan kami, sudah teruji lah kemenangannya," tambahnya.
Ia mencontohkan PDIP di Tabanan meraih suara 77 persen pada Pemilu 2024.
Begitu juga calon presiden (capres) yang diusung PDIP Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga mampu mengungguli suara capres Prabowo Subianto-Gibran.
"Contohnya di Tabanan kan sudah, memang 77 persen sudah menang, di ajang Pilpres juga Tabanan menang, jadi buat apa survei lagi," tegas Sanjaya. (*)
Editor : I Made Mertawan