BALIEXPRESS.ID- Bupati Jembrana I Nengah Tamba menanggapi isu keretakannya dengan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisnha (Ipat) yang berujung tidak bisa maju menjadi satu paket pada Pilkada 2024.
Ipat menyatakan bahwa Pilkada November 2024 ini tidak lagi mendampingi Nengah Tamba.
Ipat yang tetap mengincar kursi wakil bupati Jembrana berpaling ke I Made Kembang Hartawan yang kemungkinan besar diusung PDIP.
Tamba sendiri menegaskan tidak mengintervensi keputusan yang diambil putra mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa tersebut.
Meski begitu, Tamba berharap Ipat lebih beretika. Sebab Tamba merasa paket Tamba-Ipat sebagai pemenang Pilkada Jembrana 2020 itu tidak pernah ada persoalan.
Sehingga mereka sempat memutuskan untuk kembali berpasangan pada pilkada tahun ini.
“Kami bahkan telah membuat komitmen tertulis dan bermeterai saat purnama di Pura Pecangakan. Secara normatif dan faktual sudah sepakat, sudah selesai itu barang,” tegas Tamba, Rabu (10/7/2024).
Namun ternyata, Ipat pernyataan yang mengejutkan di tengah kedua berproses untuk mendapat rekomendasi di Koalisi Jembrana Maju (KJM).
Tamba merasa kecewa karena Ipat tidak pernah berkomunikasi dengannya mengenai keputusan tersebut.
"Etikanya tidak ada. Namun, saya hormati dan hargai keputusannya. Itu haknya," pungkasnya.
Ipat sebelumnya mengatakan keputusan menjadi bakal calon wakil bupati mendampingi Kembang Hartawan merupakan hasil pertimbangan terbaik dirinya beserta keluarga, terutama dengan restu dari ayahnya I Gede Winasa.
“Sikap politik ini, sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai siapa pasangan saya dalam Pilkada Serentak Tahun 2024,” imbuhnya.
Ipat memohon doa restu serta dukungan yang tulus agar dapat melanjutkan pengabdian dalam membangun Kabupaten Jembrana.
Ini demi mewujudkan kehidupan masyarakat Kabupaten Jembrana yang sejahtera dan bahagia skala-niskala.
“Saya dan keluarga juga mohon doa restu kepada masyarakat Jembrana, di Pilkada tahun ini maju berpasangan dengan I Made Kembang Hartawan,” pungkas Ipat. (*)