BALIEXPRESS.ID- DPP Partai Demokrat lebih cepat dari partai lain dalam hal mengeluarkan rekomendasi untuk Pilkada Bangli.
Demokrat secara resmi memberikan rekomendasi kepada Raden Cahyo Adhi Nugroho Martosubroto sebagai calon bupati Bangli dan I Gusti Made Winuntara di posisi calon wakil bupati.
Rekomendasi Raden Cahyo-Winuntara untuk Pilkada Bangli diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (25/7/2024).
Penyerahan tersebut disaksikan langsung Ketua DPD Demokrat Bali I Made Mudarta dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Bangli Wayan Sedia.
Penyerahan rekomendasi ini bersamaan dengan beberapa daerah di luar Bali.
“Sudah beberapa hari lalu di Jakarta,” kata Winuntara pada Minggu (28/7/2024).
Winuntara menegaskan, sebelum akhirnya mengantongi rekomendasi, ia memang mendaftar di Partai Demokrat.
Winuntara memutuskan mencalonkan diri menjadi orang dua di Bangli karena ingin ada perubahan ke arah lebih baik di Bangli.
Namun karena Partai Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri karena hanya memperoleh 5 kursi DPRD Bangli pada Pileg 2024, Winuntara yang merupakan Ketua DPD II Golkar Bangli memutuskan ikut berproses di Partai Demokrat.
Politikus asal Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang ini juga mendaftar di Partai Golkar.
“Demokrat punya trik sendiri mendahului mengeluarkan rekomendasi,” tegasnya.
Disinggung terkait langkah selanjutnya setelah mendapat rekomendasi dari Demokrat, Winuntara menegaskan bahwa masih menunggu rekomendasi Golkar dan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus.
Sebab tanpa rekomendasi itu, kepercayaan yang diberikan Demokrat tidak bisa dipakai mendaftar ke KPU.
Demokrat hanya memperoleh dua kursi hasil Pileg 2024. Di sisi lain, untuk bisa mendaftarkan calon ke KPU, parpol minimal memperoleh 6 kursi. Jadi, Demokrat harus koalisi dengan partai lain.
“Saya menunggu rekomendasi dari Golkar. Kalau tidak itu ya sama dengan ndak ada apa-apa,” tegasnya.
Sementara untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar, politikus senior Golkar ini harus bersaing dengan beberapa orang yang ikut survei calon bupati dan wakil bupati.
Mereka adalah Adhi Nugroho, Ida Bagus Gde Giri Putra, Winuntara dan I Gede Mangun. “Golkar masih menunggu hasil survei,” tandas Winuntara. (*)
Editor : I Made Mertawan