BALIEXPRESS.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Sugawa Korry telah mempublikasikan diri untuk maju Pilkada 2024, sebagai calon bupati Buleleng.
Pencalonannya ini merupakan yang kedua kali. Yang pertama ia pernah maju pada Pilkada Buleleng tahun 2007.
Sayangnya ia ditumbangkan oleh incumbent. Tahun 2024, Sugawa Korry kembali mencoba peluang itu.
Ia membeberkan alasan majunya dalam Pilkada Buleleng. Sugawa Korry mengatakan sejumlah nama yang diajukan untuk maju dalam Pilkada Buleleng mengundurkan diri.
Sebab mereka telah terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Bali, DPR RI maupun DPRD Kabupaten. Sehingga, Golkar tidak memiliki calon untuk diusung dalam Pilkada Buleleng 2024.
“Di Buleleng suara Golkar pada pemilu lalu naik dari 7 jadi 11. Jadi berhak mencalonkan diri 20 persen. Nama saya muncul dan saya diminta oleh kader. Kalau kader yang meminta, sebisa mungkin akan saya lakukan,” ujar Sugawa Korry, Jumat (2/8).
Sebagai calon Bupati Buleleng dari partai Golkar, Sugawa Korry telah merancang program yang akan dilakukan.
Program itu disebut Trisula. Program tersebut adalah tiga pondasi untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Buleleng.
Program itu pun sejalan dengan kondisi Buleleng yang di klaim mengalami kemerosotan pembangunan bidang ekonomi selama 25 terakhir.
Baca Juga: Dibuka Hari Ini di BSD, BNI Expo 2024 Tawarkan Promo Menarik dan Nikmati Wondrful Journey
Yang pertama adalah pembangunan Bandara Baru Bali Utara. Sugawa Korry mengakui wacana pembangunan bandara itu selalu muncul dalam kontestasi politik.
Namun ia yakin dengan adanya bandara di Bali Utara, kondisi tata kota di Buleleng akan berubah, begitu juga dengan perekonomian masyarakat lokal.
Saat ini bandara Ngurah Rai sudah overload. Perluasan sudah, reklamasi juga sudah. Sudah sesak. Dampaknya adalah kemacetan dimana-mana.
“Jika ada bandara di Buleleng maka perekonomian akan mereta. Kedengarannya klise tapi saya melihat ini ada urgensinya,” kata dia.
Kedua adalah Pelabuhan Celukan Bawang. Pelabuhan ini menurut Sugawa Korry memiliki potensi tinggi sebagai pelabuhan penumpang, bongkar muat dan kapal pesiar.
Saat ini telah beroperasi walau tidak semaksimal Pelabuhan Benoa. Pengembangan ini dirasa akan menjadi salah satu pendapatan tertinggi bagi Kabupaten Buleleng.
“Pelabuhan Benoa juga sudah sesak sekarang ini. Jika Pelabuhan Celukan Bawang dikembangkan, koneksinya bisa langsung ke IKN. Lebih dekat. Terlebih pelabuhan ini juga sudah dirancang sebagai pelabuhan industry, sudah ada perdanya,” ungkapnya.
Terakhir adalah pengembangan pengolahan produk pertanian. Program ini terdengar biasa saja, namun Sugawa Korry memiliki pandangan lain.
Pengolahan produk pertanian perlu dilakukan agar hasil panen petani terserap ke seluruh pasar. Bila ada investor yang menyerap dan mengolah hasil panen petani maka otomatis harga panen akan naik sehingga kesejahteraan petani meningkat.
“Tidak muluk-muluk. Dalam bidang pertanian ini pemerintah harus membantu membuka pasar seluas-luasnya untuk pengolahan produk pertanian ini. Dampaknya akan tercipta lapangan kerja nantinya. Di Buleleng ini yang belum maksimal dilakukan,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna