BALIEXPRESS.ID - Memasuki Agustus, rekomendasi calon yang akan diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk pemilihan gubernur Bali segera dikeluarkan. Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW Nasdem Bali Agus Dei.
Agus Dei menekankan Partai Nasdem sebagai penghimpun, bukan pengekor, meski hanya bermodal dua kursi di DPRD Bali.
Menurut Agus Dei, arah dukungan Nasdem meski tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, tapi sampai saat ini belum menentukan sikap.
Hanya saja dari gelagat lebih condong mengusung I Wayan Koster yang kemungkinan diusung PDIP.
Namun, Agus Dei berharap Koster bisa berpaket dengan Made Muliawan Arya atau De Gadjah.
Agus Dei ingin realistis berpikir karena Gerindra memiliki presiden.
”Pertama kami menguat pada Koster kami ingin paket merah putih lah karena konfigurasi nasional itu sekarang dikuasai putih (Gerindra) dengan KIM. Kalau mau nyaman dengan dua kursi harus berpaling menghimpun diri pada partai pemenang bukan kami mengekor,” katanya belum lama ini.
Agus Dei menuturkan, perlu gotong royong untuk membangun Bali.
Kendati Gerindra, kata dia, memiliki 10 kursi di DPRD Bali tapi ia pemenang di pemilihan presiden (pilpres).
PDIP memang sebagai partai pemenang pileg dengan 32 kursi, tapi mengenai pembagian kue di pusat menjadi kewenangan presiden.
“Kalau hanya berharap APBD tidak cukup. Tentu harus ada bantuan dana dari pusat. Ya apakah bantuan dari kementerian, menteri dipilih oleh presiden. Suksesnya waktu itu Pak Koster juga karena presiden PDIP,” jelasnya.
Karenanya, tidak sedikit proyek mercusuar berhasil dibangun di Bali saat Koster menjabat di periode 2018-2023, di antaranya pembangunan pelabuhan Sanur, Bias Munjul dan Sampalan yang terlaksana cepat merupakan proyek dari pusat.
Sementara itu, gelagat Nasdem lebih mendukung Koster karena jawaban dari Ketua DPW Nasdem Bali Julie Laiskodat saat disinggung mengenai Wayan Koster, Julie jawab kalaun ia dan suaminya (Viktor) dengan Koster sudah seperti kakak beradik.
”Dari kata kakak beradik itu selesai kan,” ucapnya.
Lebih lanjut pria yang juga akademisi ini menyebutkan, tidak lama lagi Nasdem akan mengumumkan calon yang akan didukung di Bali.
Pada 23 hingga 27 Agustus, Nasdem akan melaksanakan kongres di Jakarta.
Dalam Kongres itu menentukan sikap NasDem ke sejumlah daerah yang belum menerima rekomendasi.
”Tidak detik terakhir (umumkan calon Pilgub Bali). Sebentar lagi. Masih menunggu pucuk merah dan putih bertemu,” ungkapnya.
Pihaknya menekankan, NasDem ingin mengusung calon yang berpotensi besar untuk menang.
Agus Dei secara pribadi menginginkan koalisi PDIP dan Gerindra.
”Meskipun NasDem hanya dua kursi di Bali tapi nasional posisi empat. Kami tidak ingin mengekor. Kami ingin menghimpun,” katanya. (*)
Editor : I Made Mertawan