BALIEXPRESS.ID-Sebuah foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang menikmati whisky merek Hibiki 21 Year Old telah beredar luas di media sosial sejak Sabtu pagi, 24 Agustus 2024.
Foto tersebut menunjukkan Bahlil Lahadalia duduk santai di sebuah ruangan, sedang menelepon dengan sebuah botol whisky di sampingnya. Di meja tersebut juga terlihat sebuah botol air mineral, gelas bekas minuman sisa whisky, serta puntung rokok.
Momen yang terekam dalam foto ini langsung menjadi viral dan menuai berbagai komentar dari warganet.
Baca Juga: Viral di Media Sosial: Keributan Mencekam di Taman Pancing, Diduga Dipicu Minuman Keras
Banyak orang mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap perilaku seorang pejabat publik yang menikmati minuman beralkohol mahal di tengah situasi ekonomi yang menantang bagi banyak rakyat Indonesia.
Pakar hukum tata negara, Refly Harun, turut memberikan komentar mengenai foto tersebut melalui akun YouTube-nya.
Dalam video yang dipublikasikan pada hari yang sama, Refly menyoroti beberapa isu terkait dengan foto itu. Judul video tersebut adalah "Live Munas Golkar Digugat! Pencetus Raja Jawa Nikmati Whiskey 29,5 Juta! Bahlil dalam Bahaya!"
Refly mengaku mendapatkan foto tersebut dari seorang informan dan merasa terkejut melihat pejabat publik menikmati whisky seharga Rp29,5 juta.
Baca Juga: CEK DISINI! Tips Memilih Sepatu Lari yang Tepat untuk Performa Maksimal
“Beredar di media sosial soal Bahlil yang sedang menikmati whisky seharga Rp29,5 juta. Gila ya, di tengah kemiskinan rakyat Indonesia, seorang menteri yang katanya powerfull menterinya dan selama menjabat sebagai menteri juga banyak mendapatkan gain, entah dari mana. Itu sedang menikmati whisky seharga tersebut,” ujar Refly dalam video tersebut.
Dia menilai bahwa perilaku seperti ini sangat tidak pantas, terutama mengingat status Bahlil sebagai menteri dan tokoh publik.
Refly mengungkapkan kekesalannya, menyebutkan bahwa hal tersebut adalah contoh nyata dari pelanggaran etika publik.
“Kok ada pejabat publik seperti itu. Kita perlu ada etika kenegaraan, ini contoh bagaimana etika itu dilanggar,” jelasnya.
Baca Juga: Misteri Tempat Angker di Candi Tebing Ubud: Penjaga Niskala hingga Kemunculan Kera Putih
Refly menegaskan bahwa meskipun Bahlil Lahadalia mungkin beralasan bahwa ini adalah urusan pribadi, foto tersebut yang telah tersebar di media sosial menunjukkan bahwa ruang pribadi tidak lagi sepenuhnya privat.
“Pertama ini adalah minuman beralkohol, yang tentu haram hukumnya bagi seorang muslim, sepanjang saya tahu ya, karena saya juga nggak pernah minum whisky. Kedua adalah harganya, di sini harganya di online, Rp29,5 juta,” kata Refly.
Menurut Refly, isu ini lebih dari sekadar masalah pribadi Bahlil. Sebagai pejabat publik yang baru saja dipromosikan sebagai Menteri ESDM, tindakan tersebut dianggap sangat tidak pantas. Refly mengingatkan bahwa Bahlil adalah kader organisasi mahasiswa yang berafiliasi keagamaan, dan seharusnya lebih mempertimbangkan perilakunya di depan publik.
“Kalau dia tokoh publik saja bisa dipermasalahkan, apalagi ini pejabat publik,” tegas Refly.
Unggahan foto ini tidak hanya memicu reaksi dari pakar hukum dan masyarakat luas, tetapi juga mengundang berbagai komentar dari warganet.
Banyak komentar yang mengekspresikan kekhawatiran dan kekecewaan mereka terhadap perilaku seorang pejabat publik. Beberapa warganet mengusulkan agar tindakan tegas diambil terhadap pelaku keributan publik, sementara yang lain menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas pejabat publik.
Akun @yudana69 menulis, “Hanya sekedar saran jika boleh setiap oknum yang berbuat onar langsung pulangkan saja ke daerah asalnya, atau desa asalnya baik pendatang atau luar kabupaten dan blacklist jika terus hanya dibina tanpa dapat sangsi yang berat besok pasti terulang lagi.” Sementara itu, akun @rico_ricardo88 mengusulkan agar “pecalang” atau pengawas lokal meningkatkan pengawasan untuk mencegah kejadian serupa.
Editor : Wiwin Meliana