BALIEXPRESS.ID – Calon Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti aturan KPU Bali pada saat pengundian nomor urut yang akan digelar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali pada 23 September 2024.
Khususnya, terkait pembawaan massa ke KPU Bali.
Hal ini disampaikan Koster saat ditanya mengenai rencana partainya dalam pengundian tersebut.
Baca Juga: Koster Tegaskan Paslon PDIP Harus Menang di Bali, Anggota Dewan yang Kalah di Desanya akan di-PAW
Menurutnya, karena keterbatasan ruangan di KPU, hanya beberapa orang saja yang diizinkan masuk.
“Kan nggak boleh bawa massa karena ruangannya KPU kecil. Mungkin orang tertentu saja yang dibolehkan masuk tanggal 23 waktu ngambil nomor urut, kalau waktu penetapan kan nggak melibatkan peserta,” jelas Koster usai rapat di Kantor DPD PDIP Bali, Kamis (19/9).
Saat ditanya apakah PDIP akan kembali menggelar pawai atau membawa atribut seperti baleganjur atau ornamen lainnya, Koster menegaskan bahwa acara tersebut akan berlangsung sederhana sesuai dengan undangan yang diterima.
Baca Juga: Danau Weekuri, Laguna Air Asin yang Menakjubkan di Sumba Barat Daya
“Nggak, nggak, biasa saja, kan itu sesuai undangan saja,” ujarnya.
Berbicara mengenai persiapan kampanye setelah penetapan calon, Koster mengungkapkan bahwa strategi kampanyenya akan dilakukan secara langsung ke masyarakat dan melalui penguatan di media sosial.
“Masa kampanye ya, sekarang kita kampanyenya di darat dan di udara. Ya di udara penguatan di media sosial, di darat basisnya ke desa-desa lebih bagus langsung menyapa masyarakat,” ungkap Koster.
Terkait visi misinya bersama calon Wakil Gubernur, I Nyoman Giri Prasta, Koster menyatakan akan melanjutkan program Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah dijalankan selama masa kepemimpinannya sebelumnya.
“Lanjutkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tegasnya.
Mengenai program-program yang akan ditawarkan kepada masyarakat, Koster mengungkapkan bahwa sebagian besar merupakan kelanjutan dari program lama, namun ada juga program baru yang akan diperkenalkan.
Baca Juga: Tumbuh 11,6 Persen, Kredit ke Sektor Pariwisata di Bali Sentuh Rp 94 Triliun
“Ya banyak, ada yang merupakan lanjutan program yang lama, ada juga yang baru,” katanya.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut tentang rincian program baru yang akan diluncurkan, Koster memilih untuk menyimpan informasi tersebut untuk waktu yang tepat.
“Nantilah, jangan sekarang,” tutupnya.(ika)
Editor : Rika Riyanti