BALIEXPRESS.ID- Satu per satu camat di Kabupaten Bangli terekam dalam foto bersama pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta-I Wayan Diar.
Setelah Camat Bangli Sang Made Agus Dwipayana dan Camat Tembuku I Putu Sumardiana, kini giliran Camat Susut I Dewa Putu Apriyanta yang terlibat.
Bawaslu Bangli memastikan akan menelusuri informasi yang beredar di media sosial (medsos) tersebut.
Anggota Bawaslu Bangli I Putu Gede Pertama Pujawan menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai foto Dewa Apriyanta bersama paslon yang beredar di medsos.
Sejauh ini belum ada pihak yang melapor secara resmi ke Bawaslu. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan penelusuran sebagaimana telah dilakukan terhadap Camat Bangli dan Camat Tembuku.
“Secepatnya (penelusuran),” kata Pujawan dikonfirmasi pada Selasa (30/10/2024).
Dikonfirmasi terpisah, Dewa Apriyanta tidak membantah keberadaan foto dirinya bersama paslon Sedana Arta-Diar yang beredar di medsos.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak mengandung unsur kampanye.
Dalam foto yang dikemas dalam video, tampak Dewa Apriyanta bersama Sedana Arta-Diar.
Dewa Apriyanta menjelaskan bahwa foto tersebut diambil saat ia menghadiri upacara Rsigana di Pura Baleagung, Desa Abuan, Kecamatan Susut, pada Senin (14/10/2024). Kebetulan, Sedana Arta-Diar tiba belakangan.
Dewa Apriyanta mengungkapkan dirinya tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita dan upacara sedang berlangsung.
Sehingga ia menunggu waktu sembahyang bersama. Kemudian sekitar pukul 14.00 Wita, Sedana Arta bersama Diar tiba di lokasi.
Mereka dipersilakan duduk bersamanya oleh panitia upacara. Dewa Apriyanta sadar ada aturan bagi ASN terkait jarak dengan paslon selama masa kampanye, memilih duduk di belakang.
Namun panitia tetap memintanya duduk di dekat paslon. “Karena diminta ke depan, saya duduk di samping Pak Diar,” ujarnya.
Dewa Apriyanta menegaskan bahwa tidak ada unsur kampanye dalam pertemuan tersebut seperti narasi yang beredar di medsos.
Ia juga menekankan bahwa pertemuan itu singkat, hanya sekitar 30 menit.
“Narasi di medsos tidak sesuai dengan kenyataan, tidak ada kampanye saat itu,” jelasnya.
Foto lain yang beredar memperlihatkan penyerahan kwitansi bantuan dari Pemkab Bangli di Pura Puseh Alit, Desa Sulahan, bertepatan dengan Galungan.
Dewa Apriyanta juga menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah punia dalam bentuk kwitansi.
Pada saat itu ia mewakili Pjs Bupati Bangli I Made Rentin. “Pada saat itu, juga tidak ada paslon,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan