Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Calon Bupati Tabanan Nyoman Mulyadi Dipuji, Dinilai Rendah Hati

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 21 November 2024 | 13:48 WIB
Simakrama Calon Bupati Tabanan no Urut 1, I Nyoman Mulyadi di Banjar Kutuhpaang,  Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan pada Selasa malam (18/11/2024).
Simakrama Calon Bupati Tabanan no Urut 1, I Nyoman Mulyadi di Banjar Kutuhpaang,  Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan pada Selasa malam (18/11/2024).

BALIEXPRESS.ID- Calon Bupati Tabanan no urut 1,  I Nyoman Mulyadi, yang berpasangan dengan I Nyoman Ardika kembali menggelar simakrama penuh keakraban dan antusiasme warga di Banjar Kutuhpaang, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan pada Selasa malam (18/11/2024).

Saat melakukan simakrama tersebut, sikap rendah hati Mulyadi menjadi perhatian warga di banjar Kutuhpaang.

Mulyadi memilih untuk bersama dengan masyarakat, meski sudah disediakan meja dan kursi VIP oleh panitia.

Sikap Mulyadi ini membuat suasana semakin hangat dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari ratusan warga yang hadir.

“Inilah calon bupati Tabanan yang betul-betul merakyat, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, yang sangat diidam-idamkan masyarakat Tabanan,” ungkap salah seorang warga.

Acara yang awalnya diadakan untuk pemaparan program Mulyadi-Ardika pun berubah menjadi diskusi interaktif, karena banyak warga yang sudah mengetahui visi dan pasangan misi nomor urut 1.

Kaum milenial, tokoh, masyarakat pedagang, hingga petani yang hadir, semuanya telah menyatakan dukungannya kepada Mulyadi- Ardika.

Menanggapi masukan dari Gede Surya Adnyana, tokoh milenial asal Desa Berembeng, mengenai pengembangan pariwisata di Tabanan barat, Mulyadi menjelaskan bahwa pengembangan kawasan pariwisata tersebut akan dilakukan sesuai dengan tata ruang yang terjadi tanpa menghilangkan budaya lokal.

“Kedepan jika dipercaya memimpin akan membangun pariwisata di Tabanan Barat dengan tetap memperhatikan budaya dan kearifan lokal setempat. Kami juga membutuhkan kesatuan, satu komando antara pemerintah pusat dan daerah, dengan Presiden Prabowo, Gubernur Muliawan Arya (De Gadjah),” ungkapnya.

Selain itu, Mulyadi menanggapi beberapa keluhan warga terkait kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan pendidikan gratis.

Ia menyatakan bahwa hal tersebut dapat terwujud jika pasangan Mulyadi-Ardika mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Tabanan.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah pusat agar pendidikan gratis dan distribusi pupuk bersubsidi dapat terlaksana. Mengapa daerah lain dengan PAD lebih kecil bisa memberikan pendidikan gratis? Itu semua tergantung pemimpin,” ungkapnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#simakrama #Nyoman Mulyadi #tabanan