BALIEXPRESS.ID - Pasangan calon nomor urut 02, Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri), memastikan tidak akan menggelar kampanye akbar menjelang masa tenang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2024.
Hal ini disampaikan Wayan Koster dalam sesi wawancara doorstop usai debat ketiga Pilgub Bali, Rabu (20/11).
"Tidak ada kampanye akbar," ujar Koster tegas saat ditanya mengenai rencana kampanye besar menjelang hari pencoblosan.
Koster menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada strategi untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.
"Kami mengutamakan pendekatan langsung kepada masyarakat di desa-desa," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan ini dianggap lebih efektif dibandingkan menggelar kampanye besar-besaran.
Baca Juga: Pilgub Bali 2024, Kedua Paslon Kompak Tak Sebut Target Suara, Fokus pada Kemenangan
"Pilihan masyarakat tidak ditunjukkan oleh banyaknya orang yang hadir dalam kampanye terbuka, tapi bersentuhan langsung dengan masyarakat, itu yang lebih diutamakan," ujar Koster.
Ketika ditanya mengenai absennya jurkam nasional, seperti Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang sebelumnya turun di Jawa Tengah, Koster menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan DPP PDI Perjuangan.
"Ini kontekstual kebijakan DPP Partai. Jadi, kami diusahakan untuk berkampanye dengan sumber daya kader-kader serta simpatisan masyarakat yang ada di Bali untuk berperan memenangkan pasangan Koster-Giri," jelasnya.
Baca Juga: Sah!! Timnas Indonesia Cetak Sejarah di Kualifikasi Piala Dunia; Langkahi Thailand dan Vietnam
Meskipun tidak ada kampanye akbar dan dukungan langsung dari Megawati, Koster tetap optimis pasangan Koster-Giri akan meraih suara mayoritas.
"Kami yakin pilihan masyarakat ditentukan oleh kerja nyata dan pendekatan yang langsung dirasakan oleh mereka, bukan dari besarnya kampanye," ungkapnya.(***)
Editor : Rika Riyanti