Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pilkada Bali 2024: Partisipasi Pemilih Terendah dalam Sejarah, Golput Mendominasi?

I Putu Suyatra • Senin, 2 Desember 2024 | 16:27 WIB
UNIK: KPPS di Banjar Blungbang, Desa Penarumgan, Mengwi berkostum Mahabarata dalam pencoblosan Pilkada 2024, Rabu (27/11).
UNIK: KPPS di Banjar Blungbang, Desa Penarumgan, Mengwi berkostum Mahabarata dalam pencoblosan Pilkada 2024, Rabu (27/11).

BALIEXPRESS.ID – Pilkada serentak 2024 di Bali mencatatkan sejarah baru, namun bukan dengan prestasi membanggakan.

Tingkat partisipasi pemilih diprediksi turun drastis hingga di bawah 70 persen, angka terendah sepanjang sejarah pemilihan di Pulau Dewata.

Kondisi ini menjadi sorotan serius, terutama bagi pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Mulia-PAS, yang menyebut tingginya angka golput (golongan putih) sebagai penyebab utama.

C6 Tak Dibagikan, Intervensi Oknum Jadi Sorotan

Salah satu penyebab rendahnya partisipasi adalah laporan tidak dibagikannya surat pemberitahuan memilih (C6) kepada pemilih.

Saksi dari paslon Mulia-PAS mencatat hal ini dalam formulir kejadian khusus saat rekapitulasi suara di salah satu kecamatan di Buleleng.

Selain itu, mereka menduga adanya intervensi dari oknum kepala desa dan aparat desa adat yang turut memengaruhi jalannya pemilu.

“Banyak yang tidak menerima C6. Ini menjadi salah satu alasan mengapa angka partisipasi turun drastis,” ungkap Gede Pasek Suardika, Ketua Tim Strategis Paslon 01.

Namun, ketika ditanya soal rencana gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Pasek menyatakan pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

KPU Bali Akui Penurunan Partisipasi, Tapi Bantah Golput Mendominasi

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, I Gede John Darmawan, membenarkan bahwa tingkat partisipasi pemilih kali ini lebih rendah dibandingkan Pilkada sebelumnya.

Angka sementara menunjukkan tingkat partisipasi mencapai 69,9 persen, di bawah target 75 persen.

Meski demikian, John menolak anggapan bahwa golput mendominasi.

"Data kami menunjukkan hampir 70 persen masyarakat tetap berpartisipasi. Meski di bawah target, ini masih termasuk kategori partisipasi yang wajar," ujarnya.

John juga menjelaskan bahwa partisipasi pemilih Bali masih lebih tinggi dibandingkan provinsi lain seperti Jakarta (57 persen), Jawa Timur (65,33 persen), dan Sumatera Utara (49,32 persen).

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! Pencari Batu Temukan Mayat Perempuan Tersangkut di Bebatuan Tukad Unda, Bali

Cuaca Buruk dan Kejenuhan Publik Jadi Faktor Penurunan?

KPU juga mengaitkan rendahnya partisipasi dengan cuaca buruk pada hari pemungutan suara.

Hujan deras yang melanda Denpasar, Gianyar, dan Badung diduga menghalangi banyak pemilih untuk datang ke TPS.

Namun, John enggan berkomentar lebih jauh tentang kemungkinan kejenuhan publik terhadap politik sebagai faktor penurunan.

Denpasar dan Buleleng Jadi Pengecualian

Menariknya, meski secara keseluruhan partisipasi pemilih menurun, Denpasar dan Buleleng justru mengalami peningkatan.

Partisipasi di Denpasar naik dari 54 persen pada Pilkada 2020 menjadi 57 persen. Sementara di Buleleng, angka partisipasi melonjak dari 57 persen menjadi 61 persen pada Pilkada kali ini.

Hasil Sementara: Paslon 02 Unggul Telak

Hasil hitung sementara menunjukkan Paslon 02, Koster-Giri, unggul dengan 61,46 persen suara (1.411.252 suara), mengalahkan Paslon 01 yang hanya meraih 38,54 persen (885.126 suara).

Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.283.893, pertanyaan besar muncul: apakah hasil Pilkada kali ini mencerminkan kehendak masyarakat Bali secara utuh, ataukah tingginya angka golput menjadi sinyal keprihatinan terhadap kualitas demokrasi?

Kesimpulan

Pilkada serentak 2024 di Bali meninggalkan sejumlah catatan penting, mulai dari persoalan teknis hingga tantangan sosial.

Akankah kejadian ini menjadi pelajaran untuk pemilu mendatang, atau justru menjadi awal dari semakin menurunnya partisipasi masyarakat? Hanya waktu yang akan menjawab. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #golput #pilkada #pasek suardika