Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil Effendi Simbolon; Kader PDIP yang Dipecat Usai Bertemu Jokowi dan Dukung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024

Wiwin Meliana • Senin, 2 Desember 2024 | 16:33 WIB

Effendi Simbolon dipecat PDIP usai bertemu dengan Jokowi
Effendi Simbolon dipecat PDIP usai bertemu dengan Jokowi

BALIEXPRESS.ID-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memberhentikan Effendi Simbolon dari keanggotaan partai setelah ia diketahui memberikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil dan Suswono, dalam Pilkada Jakarta 2024.

Keputusan ini dibuat karena sikap Effendi dianggap melanggar kode etik dan AD/ART partai.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, pada Sabtu (30/11), yang mengungkapkan bahwa Effendi Simbolon telah dipecat setelah melakukan pelanggaran disiplin partai.

Baca Juga: Pilkada Bali 2024: Partisipasi Pemilih Terendah dalam Sejarah, Golput Mendominasi?

"Benar, yang bersangkutan (Effendi Simbolon) sudah dipecat dari partai," ungkap Djarot.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena Effendi mendukung pasangan calon yang tidak diusung oleh PDIP, yakni Ridwan Kamil dan Suswono, sementara partai berlambang kepala banteng itu pada Pilkada Jakarta mengusung pasangan Pramono Anung-Rano Karno.

Pemecatan ini juga diperkuat dengan penjelasan dari Ahmad Riza Patria, Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono, yang menyebutkan bahwa Effendi Simbolon mendukung pasangan calon tersebut.

 “Di sini ada spesial Pak Jokowi, dari PDI Perjuangan ada Effendi Simbolon. Ini kader PDI Perjuangan yang mendukung Ridwan Kamil,” kata Riza di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Senin (18/11).

Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Banjir Tak Biasa, Pencurian Kabel Jadi Biang Kerok?

Nama Effendi juga kembali disebutkan oleh Ridwan Kamil yang mengungkapkan dukungannya di acara tersebut.

Sebelumnya, Juru bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro juga menegaskan bahwa komunikasi yang dilakukan Effendi dengan Jokowi dianggap berbeda dari komunikasi dengan tokoh politik lainnya, karena dinilai bertentangan dengan langkah politik yang seharusnya diambil berdasarkan rekomendasi partai.

Effendi Muara Sakti Simbolon lahir di Banjarmasin pada 1 Desember 1964 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen Perusahaan di Universitas Jayabaya pada 1988.

 Ia memulai karier politiknya di PDI-P, dan telah menjabat sebagai anggota Fraksi PDI-P di DPR RI selama empat periode sejak tahun 2004.

Selain itu, Effendi juga pernah menjabat sebagai Ketua Sumber Daya dan Dana DPP PDI-P pada periode 2010-2015. Pada tahun 2013, ia dicalonkan sebagai calon gubernur Sumatera Utara, namun kalah dalam pemilihan.

Baca Juga: WADUH! Nekat Bertemu Jokowi Jadi Alasan PDIP Pecat Effendi Simbolon

Di balik karier politiknya, Effendi Simbolon sering kali menjadi sorotan publik karena pernyataan kontroversialnya.

Salah satunya adalah ketika ia menyebut TNI sebagai "gerombolan" dalam sebuah rapat di DPR pada 5 September 2022, yang menyebabkan kegaduhan dan memicu laporan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Setelah kontroversi tersebut, Effendi meminta maaf atas pernyataannya.

Selain itu, Effendi juga menjadi perhatian dalam Pilpres 2024 setelah memberikan sinyal dukungan kepada Prabowo Subianto, meski pada saat itu PDIP mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

 Keputusan politiknya yang sering bertentangan dengan arah partai itulah yang akhirnya mengarah pada pemecatannya dari PDIP.

 

Editor : Wiwin Meliana
#ridwan kamil #jokowi #pecat #pdip #Effendi Simbolon #Pilkada jakarta 2024