Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KPU Bangli Sisakan Rp11,56 Miliar dari Anggaran Pilkada 2024, Lebih Irit dari Perencanaan Awal

I Made Mertawan • Kamis, 16 Januari 2025 | 14:19 WIB
Ketua KPU Bangli I Kadek Adiawan
Ketua KPU Bangli I Kadek Adiawan

BALIEXPRESS.IDKPU Bangli telah penghitung penggunaan anggaran untuk tahapan Pilkada Bangli 2024.

Dari total anggaran sebesar Rp28,23 miliar yang dialokasikan oleh Pemkab Bangli, KPU telah menggunakannya Rp16,67 miliar. Dengan demikian, sisa anggaran adalah Rp11,56 miliar.

Ketua KPU Bangli I Kadek Adiawan menjelaskan bahwa anggaran yang digunakan jauh lebih rendah dibandingkan dengan perencanaan awal.

Salah satu penyebabnya adalah jumlah pasangan calon (paslon) pada Pilkada 2024 yang hanya tiga paslon.

Hal ini berpengaruh pada efisiensi alokasi anggaran yang lebih hemat.

Adiawan menyebutkan, dalam perencanaan awal, pihaknya mengasumsikan ada lima paslon, termasuk calon independen (perseorangan).

Dalam pelaksanaannya hanya ada tiga paslon dan tanpa paslon independen. Tidak adanya paslon perseorangan ini sangat menghemat anggaran.  “Kalau ada paslon independen, anggaran yang terserap pasti lebih besar karena ada kegiatan verifikasi faktual,” jelas Adiawan pada Rabu (15/1/2025).

Namun, Adiawan menambahkan bahwa laporan penggunaan anggaran ini masih bersifat sementara.

Anggaran yang telah digunakan sebesar Rp16,67 miliar hanya mencakup kegiatan Pilkada hingga Desember 2024.

Kegiatan yang berlangsung mulai 1 Januari 2025 belum dihitung dalam laporan tersebut.

Disebutkannya, ada beberapa kegiatan tahun ini yang masih berkaitan dengan Pilkada Bangli, seperti penetapan paslon terpilih, evaluasi kegiatan dan riset partisipasi pemilih.

Namun demikian, kegiatan itu diperkirakan tidak akan menyedot banyak anggaran. “Tahapan-tahapan penting sudah selesai,” terangnya.

Dari seluruh tahapan Pilkada yang telah dilaksanakan, Adiawan menyebutkan bahwa pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan yang paling banyak menyedot anggaran, terutama untuk honor KPPS.

Hal ini disebabkan oleh jumlah KPPS yang banyak. Mereka bertugas di setiap TPS.

Hanya saja, komisioner asal Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku ini tidak merinci anggaran yang dialokasikan untuk honor KPPS. (wan)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Pilkada Bangli #KPU Bangli #anggaran pilkada