Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gerindra Gianyar Pasang Badan: Bali Tak Butuh GRIB! Pecalang Lebih Sakti?

I Wayan Ananda Mustika Putra • Sabtu, 10 Mei 2025 | 20:17 WIB

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Supriadi.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Supriadi.

BALIEXPRESS.ID - Gelombang penolakan terhadap organisasi masyarakat (ormas) GRIB di Bali semakin memanas dan kali ini datang dari "rumah" politik sendiri! Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gianyar dan Fraksi Gerindra DPRD Gianyar secara serempak mengeluarkan pernyataan tegas yang membuat publik bertanya-tanya: ada apa dengan Grib hingga ditolak mentah-mentah?

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Supriadi, tak tanggung-tanggung dalam menyampaikan penolakannya.

Ia bahkan menyebut Gianyar saat ini sudah "aman terkendali" berkat sinergi solid antara aparat negara (Polisi dan TNI) dengan kekuatan tradisional Bali yang tak tertandingi, para pecalang.

Baca Juga: Gubernur Koster Akan Gelar Rapat Terkait Keberadaan Ormas Preman di Bali

"Kami di Fraksi Gerindra DPRD Gianyar sudah sepakat: Gianyar tidak perlu Ormas GRIB! Kita sudah punya petugas keamanan negara, dan yang tak kalah penting, kita punya pecalang," ujarnya dengan nada penuh keyakinan pada Jumat (9/5).

"Benteng" Tradisi Bali Lebih Kuat dari Ormas Luar?

Politikus senior asal Payangan yang telah tiga periode mengabdi ini juga menyoroti akar budaya dan organisasi adat Bali yang begitu kuat.

Ia mengibaratkan tradisi Bali sebagai "benteng" kokoh yang tidak memerlukan "bantuan" dari ormas mana pun yang datang dari luar.

Pernyataan ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah Gerindra Gianyar melihat potensi ancaman atau ketidaksesuaian antara Grib dengan nilai-nilai lokal Bali?

Lebih lanjut, Supriadi tak kalah geram dengan adanya isu yang menyeret nama Gerindra dalam pusaran masuknya Ormas Grib ke Bali.

Baca Juga: Kronologi Bentrok Antar ABK di Pelabuhan Benoa, Sempat Ngobrol dan Salaman, Berujung Baku Hantam

Ia dengan tegas membantah bahwa isu tersebut pernah menjadi agenda partai berlambang kepala garuda itu di Pulau Dewata.

"Saya ini kader Gerindra sejak 2008, dan tidak pernah kami membahas soal GRIB. Bergabung dengan GRIB? Itu bukan keharusan!" tegasnya, menyiratkan bahwa ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan nama besar Gerindra untuk kepentingan tertentu.

Pesan Kuat dari Gianyar: Keamanan Terjamin, Budaya Harus Lestari!

Dengan pernyataan yang lugas dan tanpa basa-basi ini, Gerindra Gianyar mengirimkan pesan yang sangat jelas: kehadiran Grib di "Bumi Seni" ini dianggap belum mendesak dan bahkan tidak diperlukan.

Keamanan Gianyar dinilai sudah terjamin dengan keberadaan aparat negara dan para pecalang yang setia menjaga kedamaian dan ketertiban.

Tak hanya soal keamanan, penolakan ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga warisan budaya dan organisasi adat Bali agar tetap lestari.

Apakah ini berarti Gerindra Gianyar melihat potensi benturan nilai atau kepentingan antara GRIB dengan kearifan lokal Bali?

Baca Juga: TERUNGKAP! Bentrokan Dua Kelompok Pesilat Asal Kupang di Gianyar Gegara Masalah Sepele

Penolakan keras dari Gerindra Gianyar ini tentu menambah daftar panjang suara sumbang terhadap kehadiran Grib di Bali.

Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat juga telah menyuarakan kekhawatiran mereka.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat ormas ini begitu kuat ditolak di Pulau Dewata? Akankah gelombang penolakan ini mampu membendung langkah Grib untuk "berlabuh" di Bali? Kita tunggu perkembangan selanjutnya! ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #GRIB #dprd gianyar #I Gusti Ngurah Supriadi #gerindra