BALIEXPRESS.ID – Nama I Wayan Sukaja kembali mencuat ke permukaan politik Tabanan. Politisi senior asal Kecamatan Marga ini disebut-sebut menjadi kandidat kuat Pengganti Antar Waktu (PAW) almarhum I Wayan Gindera di DPRD Tabanan dari Fraksi Golkar.
Sukaja dikenal sebagai sosok militan dan berpengalaman. Ia pernah menjabat dua periode sebagai Ketua DPRD Tabanan. Meski kini lebih banyak beraktivitas sebagai petani, Sukaja mengaku masih memiliki semangat untuk tetap berkecimpung di dunia politik.
"Tyang tetap seperti yang dulu. Politik itu butuh proses belajar terus-menerus agar bisa mengayomi masyarakat dan para simpatisan," ujar Sukaja, Selasa (3/5/2025).
Terkait peluang dirinya mengisi posisi PAW, Sukaja memilih bersikap diplomatis. “Kenten kocap (ya, mungkin saja). Yang penting tetap belajar dan siap mengikuti dinamika politik yang berkembang saat ini,” ucapnya.
Sukaja juga menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat dan menyerap aspirasi secara langsung. “Kami akan terus konsolidasi ke bawah, menjembatani keluhan masyarakat Tabanan agar bisa diperjuangkan di legislatif,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan Nomor 598 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Pemilu Anggota DPRD Tabanan, almarhum I Wayan Gindera meraih suara tertinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kediri–Marga dengan perolehan 2.023 suara. Di posisi kedua terdapat nama I Wayan Sukaja yang memperoleh 1.145 suara, disusul oleh I Made Alit Ardika (1.068 suara), I Wayan Yasa (959 suara), dan I Made Agung Wira Bumi Prasasti (148 suara).
Meski demikian, hingga saat ini proses PAW belum bisa dilaksanakan. Komisioner KPU Tabanan, Ni Putu Suaryani, yang menjabat sebagai Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima surat permohonan resmi dari DPRD Tabanan.
"Kami belum menerima surat permohonan dari Sekretariat Dewan. Jadi kami belum bisa melakukan pleno terkait PAW," terang Suaryani.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Tabanan, I Nyoman Wirya, membenarkan bahwa Sukaja berpeluang besar menggantikan almarhum Gindera. “Memang yang memiliki suara terbanyak kedua adalah Pak Sukaja. Namun, saat ini kami belum membahasnya lebih jauh karena masih dalam suasana berduka atas wafatnya kader terbaik kami,” ujarnya.
Untuk diketahui, I Wayan Gindera menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (24/5) lalu di RSUD Tabanan akibat demam berdarah dengue (DBD). Politisi asal Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri itu juga diketahui memiliki riwayat penyakit ginjal dan rutin menjalani cuci darah. (*)