BALIEXPRESS.ID - Suasana hangat menyelimuti kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Bali pada Rabu (26/6). Namun, satu hal yang mencuri perhatian publik justru bukan agenda kunjungannya, melainkan absennya perwakilan Pemerintah Provinsi Bali saat penjemputan di Bandara Ngurah Rai.
Saat tiba di Pulau Dewata, Presiden Prabowo hanya disambut oleh Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali.
Tak terlihat kehadiran Gubernur maupun Wakil Gubernur Bali, bahkan tidak satu pun pejabat Pemprov Bali tampak di lokasi.
Baca Juga: Arja Klasik Duta Badung Tampil Di PKB 2025, Angkat Kisah Sirnaning Dirada Sungsang
Yang mendampingi hanyalah Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
Publik pun bertanya-tanya: mengapa tak ada satu pun perwakilan Pemprov Bali yang hadir menyambut langsung kedatangan orang nomor satu di Indonesia?
Pertanyaan itu dijawab langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat ditemui di sela-sela peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH), di The Meru.
Menurutnya, ketidakhadiran perwakilan Pemprov Bali di bandara murni karena tidak ada undangan dari protokol kepresidenan.
“Sudah ada rapat koordinasi, dan sesuai arahan dari protokol kepresidenan yang ditugaskan menjemput adalah Pangdam dan Kapolda. Jadi bukan karena disengaja,” tegas Dewa Made Indra.
Baca Juga: Viral Dugaan Eksploitasi Anak oleh Yayasan di Tabanan, DPRD Temukan Sederet Kejanggalan
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta sedang mengikuti retret gelombang II di Jawa Barat bersama para kepala daerah se-Bali, kecuali Karangasem.
Dikatakan, agenda retret tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, sehingga keduanya tidak bisa izin hanya untuk menghadiri penjemputan.
“Retretnya sebentar, tidak bisa dipotong. Karena kalau diambil satu hari saja, sudah sangat berkurang waktunya,” kata Dewa yang juga mantan Kalaksa BPBD Bali itu.
Meskipun tidak menyambut di bandara, Dewa Made Indra menegaskan bahwa kehadiran Pemprov Bali tetap terwakili secara formal.
Dirinya hadir langsung mendampingi Presiden dalam agenda utama, yakni peresmian KEK Sanur, BIH, dan Aesthetic Center RSUP Prof. Ngoerah.
“Sudah ada pembagian tugas, dan ini semua sudah dikoordinasikan. Pak Gubernur dan Wagub juga sudah menyampaikan permakluman secara resmi kepada Bapak Presiden,” tambahnya.
Meski demikian, absennya Gubernur dan Wakil Gubernur Bali saat penjemputan tetap menjadi bahan pembicaraan publik dan dianggap memiliki nuansa politik, mengingat posisi Prabowo sebagai Presiden yang baru dilantik.
Baca Juga: Inovasi Anak Muda di Jembrana! Kadek Rama Hadirkan SATRIA, Solusi Mudah Bayar Pajak Lewat Banjar
Apakah ini hanya soal teknis koordinasi, atau ada dinamika politik yang belum terungkap? Waktu akan menjawab.
Namun yang pasti, setiap gerak-gerik elite daerah kini makin disorot di era transparansi publik.***