BALIEXPRESS.ID-Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, kembali memberi kepercayaan kepada Hasto Kristiyanto untuk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP untuk periode lima tahun ke depan.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP, Adian Napitupulu, Megawati mempertimbangkan sejumlah hal penting, terutama loyalitas dan kinerja positif yang telah ditunjukkan oleh Hasto selama menjabat di periode sebelumnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Diminta Bayar Royalti Lagu Nasional, Sekjen PSSI Beri Jawaban Menohok
"Pertimbangan Bu Megawati, berarti dia dianggap mumpuni untuk menjadi sekjen kami dalam lima tahun ke depan. Loyalitasnya teruji, kemudian langkah dan kinerjanya bagus, sederhana," ujar Adian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Adian menegaskan, jika Hasto tak menunjukkan loyalitas dan kinerja yang baik, tentu tidak mungkin akan kembali dipercaya mengemban posisi strategis di partai berlambang banteng moncong putih itu.
"Kalau kedua-duanya tidak teruji, sebenarnya tidak (akan ditunjuk lagi),” lanjut aktivis pro demokrasi itu.
Penunjukan kembali Hasto juga memunculkan spekulasi terkait arah politik PDIP ke depan, terutama dalam menyikapi pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Apakah PDIP akan bersikap kritis?
Baca Juga: Dokumen Perizinan Belum Lengkap, Tiga Proyek Pariwisata di Nusa Penida Dihentikan Sementara
Menjawab hal tersebut, Adian menjelaskan bahwa sikap kritis adalah bagian tak terpisahkan dari intelektualitas, termasuk dalam merespons kebijakan negara.
“Intelektualitas itu memaksa kita untuk selalu bertanya: kenapa, ada apa, kok bisa begitu? Itu adalah embrionya kekritisan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seorang intelektual yang berhenti bertanya berarti telah berhenti berpikir. Oleh sebab itu, selama ada sikap intelektual yang hidup dalam tubuh partai, maka sikap kritis terhadap kekuasaan akan terus ada.
“Jadi kalau sudah ada orang yang mengaku dirinya intelektual tetapi sudah berhenti bertanya, maka intelektualitasnya juga berhenti,” pungkas Adian.
Baca Juga: Blak-blakan! Koster Siapkan Giri Prasta Jadi Gubernur Bali: “Kita Doakan”
Penunjukan ulang Hasto Kristiyanto dinilai sebagai langkah untuk menjaga konsistensi dan arah perjuangan PDIP, khususnya dalam menghadapi tantangan politik nasional lima tahun ke depan. Hasto dikenal sebagai figur yang teguh terhadap garis kebijakan partai dan dekat dengan akar ideologis PDIP.
Dengan jabatan ini, Hasto diharapkan mampu menjaga soliditas partai dan tetap membawa suara kerakyatan dalam dinamika politik nasional, baik di dalam pemerintahan maupun di luar.
Editor : Wiwin Meliana