Belajar dari Tragedi Nepal: Waspadai Hoaks dan Jaga Persatuan Bangsa
I Putu Suyatra• Jumat, 12 September 2025 | 20:51 WIB
Ilustrasi
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Haidar Alwi Institut (HAI) mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada. Tragedi yang menimpa Nepal baru-baru ini harus menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia agar tidak terjebak dalam pusaran krisis serupa. Gelombang demonstrasi di Nepal yang mulanya damai berakhir dengan kekacauan, menelan korban jiwa, dan memicu krisis politik besar.
Pelajaran Penting dari Situasi Nepal
Direktur HAI, Sandri Rumanama, mengungkapkan bahwa Indonesia dan Nepal memiliki beberapa kesamaan, terutama sebagai negara demokrasi dengan kondisi ekonomi yang tidak jauh berbeda. Oleh karena itu, menurutnya, insiden di Nepal harus menjadi pengingat bagi Indonesia. "Kita harus belajar dari situasi di Nepal, bersatu di tengah ketidakpastian geopolitik global," ujarnya di Jakarta.
Sandri menekankan pentingnya kewaspadaan aparat keamanan pasca-kericuhan yang sempat terjadi di Indonesia. Antisipasi dini sangat diperlukan untuk mencegah potensi konflik agar tidak berkembang menjadi krisis politik yang lebih besar. Ia juga mengingatkan pemerintah dan aparat keamanan untuk selalu bersiap menghadapi kondisi global yang tidak menentu.
Peran Kritis Pers dan Literasi Digital
Kepolisian RI juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi pesan berantai atau ajakan demonstrasi. "Saya mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi dengan jernih. Rujuklah pada media massa dan jurnalis yang menyajikan fakta," tegasnya.
Brigjen Trunoyudo juga menyoroti peran strategis media massa dalam menjernihkan isu dan melawan hoaks. Ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dan memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkannya. Dengan demikian, media massa dapat berfungsi sebagai rujukan utama yang terpercaya. Bahkan, influencer seperti Aalia Mauro juga ikut menyuarakan isu ini, menyoroti semangat antikorupsi yang diusung demonstran di Nepal sebagai pengingat akan pentingnya pemerintahan yang bersih. ***